Posted on Sabtu, 29 Jan 2022 15:30 WIB
Yang Kami Hormati
1. Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir.H.Joko Widodo
2. Menteri Kabinet Indonesia Maju
3. Para Gubernur, Walikota, Bupati
4. Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam
5. Dewan Kehormatan
6. Dewan Penasehat
7. Dewan Pertimbangan
8. Dewan Pakar ICMI
9. Para Pengurus Majelis Pengurus Pusat ICMI, Ketua Badan otonom, dan Pimpinan Orwil
10. Para Rektor
11. Para Tamu Undangan
Assalamualaikum wr.wb
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadiran Allah Swt karena perkenanNya kita dapat berkumpul hari ini dalam rangka Pengukuhan dan Raker MPP ICMI 2021-2026. Atas nama ICMI, kami menghaturkan banyak terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perkenan Bapak Presiden hadir menyaksikan acara pengukuhan MPP ICMI pada acara pagi hari ini.
Pada 4-6 Desember 2021 yang lalu telah dilangsungkan Muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ke-7 dan menghasilkan formatur dan sejumlah program kerja serta rekomendasi. Acara hari ini adalah upaya menjalankan amanah muktamar, yaitu pengukuhan dan rapat kerja pengurus. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICMI semoga sukses menjalankan misi ICMI rahmatan lil alamin.
Kami juga haturkan terima kasih dan apresiasi kepada Prof Jimly Ashiddiqie beserta jajaran pengurus periode 2015-2020 yang telah menjalankan tugas mewujudkan misi ICMI, juga kepada para pimpinan ICMI periode sebelumnya, serta para pendiri ICMI yang meletakkan dasar organisasi dengan mantap sehingga keberlanjutan organisasi terus terjaga. ICMI memiliki tujuan Mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang diridhoi Allah Swt dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiawanan dan peran serta cendikiawan muslim se-Indonesia.
Bapak Presiden yang kami hormati, ICMI bekerja atas nafas Keislaman, Keindonesiaan, dan Kecendekiawanan. Dimensi KeIslamanmenuntut ICMI untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam dalam konteks ruang Indonesia khususnya dan dalam konteks zaman sekarang.
Dimensi KeIndonesiaan menuntut kita untuk menyadari bahwa kita ditakdirkan Allah Swt lahir dan hidup di tanah air Indonesia yang beragam suku, tradisi, dan agama, dan ICMI bertekad untuk untuk berperan dalam membina satu negara kesatuan yang berbentuk Republik berdasarkan Pancasila. Dimensi kecendikiawananmenuntut ICMI menjadikan anggotanya menjadi sosok Ulul Albab yang terus menyeimbangkan zikir dan pikir untuk kemaslahatan.
Cendekiawan muslim mesti memperkuat karakteristik pribadi nya sebagaimana karakteristik Rasul dan nabi. Shiddiq, berkata benar dan jujur merupakan basis integritas. Orang yang siddiq juga mengedepankan obyektivitas. Fatanah adalah cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional, yang merupakan basis kapabilitas. Fatanah adalah seorang pembelejar tangkas dan pembelajar sejati. Integritas dan kapabilitas adalah kunci kredibilitas, yaitu Amanah, yang berarti kepercayaan atau trust. Cendekiawan yang memiliki sikap dan sifat amanah akan semakin legitimate untuk menjalankan tabligh yaitu menyampaikan pesan-pesan inspiratif, pesan-pesan mencerahkan, dan pesan-pesan untuk proses transformasi sosial.
Transformasi sosial adalah keniscayaan, karena dunia terus bergerak dan kita harus mampu merespon perubahan dan bahkan menjadi penentu kecenderungan perubahan. Geraknya dunia saat ini dipengaruhi oleh tiga Disrupsi besar yang telah terjadi dan mengubah tatanan dunia.
Pertama, adalah perubahan iklim, yang memerlukan kemampuan adaptasi dan mitigasi.
Kedua, adalah revolusi industri 4.0 yang membuat dunia makin terkoneksi dengan cepat dan presisi melalui digitalisasi sehingga kehidupan sosial pun berubah nyata.
Ketiga, adalah Pandemi Covid-19, yang membuat dunia makin berada dalam ketidakpastian.
Ketiga perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya sehingga belum ada bangsa manapun yang punya pengalaman dan resep untuk menghadapinya.
Dalam posisi seperti ini kuncinya terletak pada siapa yang lebih cepat berlari. Kecepatan berlari sangat ditentukan oleh kecepatan belajar (learning agility), mindset baru, dan kekuatan future practice. Karena kita menghadapi hal yang sama sekali baru, sehingga kita perlu cara pandang baru, cara kerja baru, dan cara belajar baru, serta punya kemampuan dan keberanian untuk memulai langkah baru.
Bapak Presiden yang kami hormati, dalam situasi baru seperti ini ICMI harus menjadi bagian dari arus besar perubahan ini. Oleh karena itu diperlukan sejumlah agenda transformasi sesuai dengan peran ICMI.
Pertama, ICMI harus menjadi sumber inspirasi dan solusi kemajuan bangsa, mengingat ICMI berisi para cendekiawan yang mestinya punya nilai lebih dalam memahami arus perubahan dan menawarkan agenda-agenda solusinya. Oleh karena itu ICMI harus menginspirasi dengan platform besar bagaimana mengkonstruksi peradaban baru yang dipicu tiga disrupsi di atas. Platform besar ICMI di era disrupsi ini harus memuat kerangka ideologis dan teknokratis tentang solusi masa depan. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah, dunia usaha, ormas Islam, dan masyarakat luas agar makin optimistik dalam merespon perubahan.
Kedua, ICMI harus menjadi rumah bersama umat Islam. Peran universal ICMI tidak meninggalkan perannya dalam membangun kebersamaan umat Islam untuk proses transformasi ini. ICMI beranggotakan para cendekiawan yang berafiliasi pada sejumlah ormas besar Islam. Dengan demikian ICMI bisa menjadi hubyang berfungsi memperkuat konektivitas antar ormas Islam agar lebih sinergis dan kolaboratif dalam mewujudkan wajah umat Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Bagaimana pun juga umat Islam adalah terbesar di Indonesia dan harus berperan dalam konstruksi peradaban baru berbasis kekuatan IPTEK dan IMTAQ. ICMI harus bergandengan dengan ormasormas Islam untuk merespon tantangan perubahan ini, sehingga umat Islam di Indonesia benar-benar menjadi bagian penting dari masa depan bangsa ini.
Ketiga, ICMI harus terus mengawal proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokrasi di Indonesia saat ini masih berciri demokrasi prosedural bukan substansial. Namun proses kearah demokrasi substansial harus terus berlanjut hingga mencapai titik kematangan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, ICMI harus menjalankan peran politik moral, bukan politik praktis. ICMI dapat berperan secara etik mengawal terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang sehat secara politik, adil secara sosial, dan makmur secara ekonomi.
Keempat, ICMI harus memiliki kepeloporan dalam agenda aksi. Kecendikiawanan adalah juga soal kepedulian, dan kepedulian tidak cukup dengan pemikiran semata, tetapi memerlukan kemampuan menurunkan ke dalam agenda aksi yang membawa manfaat kongkrit, sistemik, dan berkelanjutan. Lahirnya Bank Muamalat dan Republika tidak terlepas dari peran ICMI di masa lalu. Ini bukti agenda aksi yang sukses. Dengan berkembangnya situasi seiring tiga disrupsi besar maka bangsa ini perlu terobosanterobosan baru, khususnya untuk mengatasi masalah 40% kelompok masyarakat terbawah.
Dalam pendidikan, kita harus memecahkan masalah akses bagi kelompok siswa lulusan SMA yang berlatar keluarga kurang mampu dan prestasi akademik yang tidak unggul, agar mereka bisa berperan di masyarakat dengan standar karakter, keahlian dan kompetensi sebagaimana kelompok siswa lain yang unggul. Bonus demografi harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat kualiltas generasi baru untuk responsif terhadap perubahan. Karena itu ICMI perlu mempersiapkan digital leadership school dan aneka program pengembangan diri lainnya untuk generasi muda agar adaptif terhadap situasi terkini.
Pada saat yang sama diperlukan solusi dan langkah aksi mengatasi masalah stunting, kemiskinan, ketimpangan, akses pendidikan dan daya saing dengan penerapan prinsip pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu desa menjadi ladang pengabdian yang strategis bagi ICMI. Tidak saja karena desa masih memuat sejumlah masalah, namun. desa juga membuat sejumlah potensi sehingga desa bisa menjadi masa depan bangs aini.
Perguruan tinggi adalah gudang inovasi, karena itu saatnya perguruan tinggi bersama ICMI menjadi solusi bangsa, yakni menjadi jembatan bagi percepatan transformasi desa dan daerah tertinggal melalui inovasi-inovasi unggul. Termasuk di dalamnya bagaimana secara bijak ICMI membantu proses percepatan transformasi teknologi 4.0 di pedesaan. Dengan demikian, secara tidak langsung program-program aksi ICMI tersebut akan memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian SDGs.
Berbagai Institusi Zakat, wakaf, infak dan sedekah terus kita berdayakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ekonomi syariah dan berkembangnya industri halal harus kita dorong. Pondok pesantren dan masjid juga kita perkuat agar turut menjadi solusi masalah keumatan. Kita pun harus terus mempersiapkan program-program peningkatan literasi IPTEK untuk para da'i. Keseimbangan IPTEK dan IMTAQ akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa besar yang tangguh, adil, dan makmur.
Bapak Presiden dan hadirin yang kami hormati, keempat agenda transformasi tersebut penting untuk memposisikan ICMI secara sentral dalam arus besar disrupsi ini. Oleh karena itu semangat kolaborasi antara ICMI dengan pemerintah, ormas, dunia usaha, dan perguruan tinggi harus kita tingkatkan.
Pada kesempatan ini ijinkan kami memohon kesediaan Bapak presiden untuk memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Kerja MPP ICMI Periode 2021-2026.
Wassalaamualaikum wr.wb.
Ketua Umum
Arif Satria