Home / Media / Siaran Pers / Awal Ramadhan 1436 Seluruh Dunia Serentak 18 Juni

Awal Ramadhan 1436 Seluruh Dunia Serentak 18 Juni


Posted on Rabu, 17 Jun 2015 01:52 WIB


Awal Ramadhan 1436 Seluruh Dunia Serentak 18 Juni

seluruh negara baik mayoritas maupun minoritas muslim memutuskan awal Ramadhan adalah Kamis.

Jakarta, (ICMI Media) - Penentuan awal Ramadhan 1436 Hijriyah tahun ini berlangsung serentak. Semua Ormas dan Orpol mengawali puasa tahun ini secara bersama-sama yaitu Kamis, (18/6) karena tidak tampaknya hilal di seluruh penjuru dunia.

Dari beberapa pemberitaan yang dipantau ICMI Media melalui Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA), seluruh negara baik mayoritas maupun minoritas muslim memutuskan awal Ramadhan adalah Kamis.

Seperti Palestina, yang oleh Pemerintahnya memutuskan Istikmal (menyempurnakan) Sya'ban 1436 menjadi 30 hari karena tidak terlihat hilal di sana.


“Setelah terbenamnya matahari Selasa (16/6) ini hilal Ramadhan tidak terlihat, maka bulan Sya’ban disempurnakan (istikmal) pada hari Rabu (17/6), dan hari Kamis (18/6) menjadi awal bulan suci Ramadhan,” kata Ketua Majelis Qadha (Departemen Hukum) Palestina, Habbas sebagaimana dilaporkan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

Hal sama juga terjadi di Arab Saudi, Libanon, Uni emirat Arab, Yaman serta negara Timur-Tengah lainnya yang menetapkan Kamis sebagai awal puasa.

Ormas Islam Indonesia Serentak

Setelah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama yang menggelar sidang Isbath kemarin, Selasa (16/6)  pukul 18.20 WIB diputuskan, 1 Ramadan 1436 Hijriah jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. 


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, berdasarkan pengamatan, pada sore hari menjelang maghrib, posisi hilal atau Bulan berada di bawah ufuk. Hilal, kata dia, terbenam lebih dahulu dibanding Matahari.

"Tidak ada satu pun bukti berdasar observasi astronomis bahwa hilal bisa dilihat saat itu," jelas Lukman usai menggelar sidang isbat di kantor Kementerian Agama, Selasa (16/6/2015).

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan laporan dari 36 para pengamat hilal yang ditugaskan oleh Kemenag di seluruh Indonesia, tak ada satu pun yang melihat hilal.

Hasil rukyat serupa juga dilaporkan oleh Majelis Hisab Dan Rukyat (DHR) dari Jama'ah Muslimin (Hizbullah) yang secara khusus mengirimkan Tim Rukyat ke beberapa propinsi dan negara di Timur Tengah.

“Berdasarkan pemantauan ru’yatul hilal di berbagai wilayah di Indonesia di antaranya laporan dari Kalimantan Timur, Jakarta Utara, Cilacap, dan beberapa negara seperti Arab Saudi dan Gaza, Palestina bahwa tidak terlihat hilal. Maka, sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, awal Ramadhan istikmal (disempurnakan), karena itu Imaam (Pimpinan) menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis 18 Juni,” kata Ketua Dewan Hisab dan Ru’yah (DHR) Jama’ah Muslimin (Hizbullah),  M. As’adi Al-Ma’ruf membacakan surat penetapan 1 Ramadhan 1436, di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu dini hari (17/6). 

Amir Dewan Hisab dan Rukyat (DHR) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Abu Muchtar Marsai menyatakan bahwa memang berdasarkan hisab falakiyah Ibnu Syathir Addimasyqi itu sendiri, menunjukan bahwa Kamis 18 Juni 2015 adalah awal bulan Ramadan 1436 di seluruh dunia.

"Atas dasar itulah, maka seluruh peserta sidang itsbat sepakati karena saat ini hilal tidak tampak, maka bulan Sya'ban saat ini dilengkapkan jadi 30 hari," pungkas Lukman. Karena itu, tahun ini Ramadan dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada 18 Juni 2015. Tak ada perbedaan antara pemerintah maupun sejumlah ormas Islam.***Awan/Imam/R1
 


Tags :





Detail side

Media Terpopuler