Home / Media / Siaran Pers / Awg Serukan Aksi Boikot Israel Kembali Disuarakan

AWG Serukan Aksi Boikot Israel Kembali Disuarakan


Posted on Jumat, 2 Okt 2015 23:32 WIB


AWG Serukan Aksi Boikot Israel Kembali Disuarakan

langkah nyata menyelamatkan masjid Al-Aqsha antara lain dengan memboikot produk-produk Israel

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Aqsa Working Group (AWG) Agus Sudarmadji menyerukan kembali boikot produk Israel, ditengah maraknya aksi boikot di berbagai negara.

“Kami mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk mengambil langkah nyata menyelamatkan masjid Al-Aqsha antara lain dengan memboikot produk-produk Israel,” kata Agus dalam orasi pawai peduli Palestina di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Jakarta, Jumat (2/10).

AWG bersama beberapa organisasi lainnya seperti Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi damai untuk Palestina dengan melakukan jalan panjang (longmarch) dari Tugu Proklamasi menuju Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta.

Di bawah terik matahari, ribuan warga yang tergabung dalam organisasi tersebut dengan antusias menjawab seruan orasi dari para pembicara dengan ucapan takbir “Allahu Akbar!” secara serentak.

Tampak spanduk bertuliskan, “Khilafah Solusi Pembebasan Al-Aqsha”, “selamatkan Al-Aqsha dari Penjahan Zionis Isrel”, dan lainnya. Sebagian lainnya mengibarkan bendera Palestina, Indonesia dan bendera hitam bertuliskan “Allahu Akbar”.

Aksi damai serupa juga digelar di beberapa kota di seluruh Indonesia, seperti di Bandar Lampung, Bandung, Pontianak, Samarinda, Kupang dan lainnya.

Agus mengatakan, aksi damai itu merupakan rangkaian dari kampanye global “Selamatkan Al-Quds” yang digelar serentak di sejumlah kota di negara ASEAN, dengan diproyeksikan sekitar 100.000 orang ikut berpartisipasi dalam kampanye global itu.

Sementara itu, sejumlah ormas Islam Malaysia yang tergabung dalam Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) juga mengadakan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur setelah Shalat Jumat, 2 Oktober 2015.

Sejak 24 Agustus lalu, Otoritas Pendudukan Israel telah melancarkan kebijakan membagi Masjid Al-Aqsha secara tempat dan waktu bagi umat Islam dan Yahudi, dengan menutup semua gerbang menuju Al-Aqsha setiap harinya pada pukul 7:30-11:30 waktu setempat.

Pada waktu tersebut, anak-anak, Muslimah, dan pelajar Palestina tidak diizinkan masuk lingkungan Masjid Al-Aqsha, sementara para ekstrimis yahudi diizinkan menyerbu Masjid di bawah perlindungan tentara Israel.

Pada 8 September 2015, Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon, mengumumkan, memboikot dua kelompok Muslim Palestina yang aktif melakukan kegiataan pembelaan di kompleks Masjid Al-Aqsha. ***L/IS/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler