Home / Media / Siaran Pers / Azyumardi Azra Tak Perlu Ada Polemik Hari Santri Nasional

Azyumardi Azra: Tak Perlu Ada Polemik Hari Santri Nasional


Posted on Minggu, 25 Okt 2015 04:18 WIB


Azyumardi Azra: Tak Perlu Ada Polemik Hari Santri Nasional

Baginya, HSN justru memberikan dampak positif untuk Muslim di Indonesia.

Jakarta, (ICMI Media) - Presiden Joko Widodo semula ingin Hari Santri jatuh pada 1 Muharam, akan tetapi 1 Muharam merupakan Tahun Baru Islam. Akhirnya Jokowi menetapkan HSN (Hari Santri Nasional) pada tanggal 22 Oktober. Ia pilih karena mempresentasikan subtansi kesantrian, yaitu spritualitas dan patriotisme ketika Kiai Hasyim Asyari mengumumkan fatwa yang masyhur disebut dengan Resolusi Jihad untuk merespons agresi Belanda kedua.

"Resolusi Jihad memuat seruan-seruan penting yang memungkinkan Indonesia tetap bertahan dan berdaulat sebagai negara dan bangsa," Ujar Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU.

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan HSN setiap 22 Oktober. Hal ini lantas menimbulkan polemik. Salah satunya, Persyarikatan Muhammadiyah berkeberatan dengan penetapan HSN, karena dinilai dapat mengganggu ukhuwah Islamiyah melalui dikotomi santri dan non-santri. "Muhammadiyah secara resmi berkeberatan dengan Hari Santri," kata Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Berbeda dengan Persatuan Islam (Persis), meminta kepada seluruh umat Islam untuk meletakkan Hari Santri ini sebagai milik semua golongan Muslim. Bukan hanya salah satu golongan atau ormas Islam tertentu. Hal ini senada, dengan apresiasi yang disampaikan Anggota fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) Arzeti Bilbina,

"Alhamdulillah Presiden Jokowi begitu merespons dan begitu mencintai, akhirnya pada tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional," ujarnya. Menurutnya, keberadaan para santri dan kiai memperkuat keberadaan revolusi mental bagi masyarakat Indonesia. Sehingga revolusi mental bisa terwujud dengan nyata.

Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menyatakan, tidak perlu ada polemik dalam penetapan Hari Santri Nasional. Baginya, HSN justru memberikan dampak positif untuk Muslim di Indonesia. "Seharusnya tidak ada polemik, umat Islam Indonesia harus bersyukur dengan penetapan tersebut," ujar Cendekiawan Muslim dan Pengamat Islam, (19/10).

"Seluruh pihak seharusnya memperhatikan dampak HSN pasca penetapannya oleh pemerintah, salah satunya adalah untuk meningkatkan  perbaikan pesantren di Tanah Air. Selanjutnya, menjadikan Hari Santri tersebut sebagai momentum peningkatan kualitas kaum santri dan Islam," ujar mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.***Sin/Rep/FS/R1



 


Tags :





Detail side

Media Terpopuler