Home / Media / Siaran Pers / Bertemu Mpr Tiongkok Zulkifli Banggakan Toleransi Di Indonesia

Bertemu MPR Tiongkok, Zulkifli Banggakan Toleransi Di Indonesia


Posted on Senin, 27 Jul 2015 08:14 WIB


Bertemu MPR Tiongkok, Zulkifli Banggakan Toleransi Di Indonesia

Ia mencontohkan keberagaman Indonesia ditujukkan dengan sikap toleransi di masyarakat seperti di Nusa Tenggara Timur

Jakarta, (ICMI Media) - Saat bertemu dengan Ketua MPR Tiongkok Yu Zhengsheng Senin (27/7), Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bertemu mengungkapkan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Saya menceritakan terkait empat pilar dan kemajemukkan yang dimiliki bangsa Indonesia," kata Zulkifli yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI itu, usai bertemu dengan Yu Zhengzheng diruangannya, Komplek Parlemen, Jakarta.

Zulkifli menilai kunjungan Ketua MPR Tiongkok itu merupakan suatu kehormatan dan peristiwa tersebut menunjukkan hubungan kedua negara semakin baik dari sisi pemerintah dan parlemen, antar kebudayaan kedua negara, dan masyarakat Indonesia-Tiongkok.‎

Politikus PAN itu menceritakan adanya kesatuan Indonesia meskipun berbeda suku. Ia juga menuturkan apapun agama dan asal daerah seorang warga negara Indonesia, namun mereka memiliki hak yang sama.

"Saya mengatakan bahwa semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dan tidak ada peraturan yang boleh membeda-bedakan," imbuhnya.

Ia mencontohkan keberagaman Indonesia ditujukkan dengan sikap toleransi di masyarakat seperti di Nusa Tenggara Timur. Dimana Ketua DPRD beragama Islam meskipun mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Zulkifli juga mencontohknya banyakan Tempat ibadah satu agama yang berdampingan dengan agama lain.

"Saya mencontohkan masjid (Istiqlal) bersebelahan dengan (gereja) katedral," tuturnya.

Zulkifli mengatakan bahwa meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam namun penduduknya tetap toleran terhadap pemeluk agama lain.

Hal itu menurutnya, ditunjukkan dengan sikap saling menghargai terhadap keyakinan yang anut masing-masing masyarakat Indoensia.

"Indonesia mayoritas Islam namun kami tetap toleran dan tidak toleran terhadap radikalisme," ujarnya.***Awan/R1

Sumber: Tribunnews


Tags :





Detail side

Media Terpopuler