?Bertentangan Dengan Islam, Tokoh ICMI Kritik Oktoberfest
Posted on Senin, 19 Okt 2015 08:30 WIB
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
" src="
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
https://icmi.id/assets/img/content_image">
Membolehkan yang haram menurut saya, sama saja dengan melakukan hal yang haram
Jakarta, (ICMI Media) - Tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, Ir. Fahrizal Zain, MM,. mengkritik keras perayaan Oktoberfest yang diadakan di Mal Summarecon Serpong, lantaran dianggap berlawanan dengan budaya Islam.
"Makin beraninya budaya yang bertentangan dengan Islam dibawa ke kita, budaya festival bir di Jerman sudah ditradisikan di kita. Perlu ada teguran utk hal-hal seperti ini agar tidak berlanjut dengan peringatan," kata Fahrizal Zain.
Menurutnya, berbagai kegiatan pesta yang makin merusak umat seperti kegiatan kaum LGBT belakangan ini, kerap dibungkus dalam hari perdamaian seperti di Balaikota 2 bulan lalu. "Ironis, sementara kita berjuang terus untuk memasyarakatkan halal," tegas Fahrizal.
Padahal, umat Islam harusnya bisa menolaknya dengan cara menulis komentar dibawah berita detik food itu secara santun.
"Dengan demikian, mereka mereka tahu kalau kita menolak kemaksiatan itu, yang diadakan secara terbuka dan besar-besaran tanpa menghormati penduduk yang mayoritas muslim," tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Bendahara ICMI, Ir. Rifda Amarina mengatakan bahwa acara festival bir dalam Oktoberfes itu seolah menjawab, mengapa memperjuangkan promosi bisnis halal menjadi demikian sulit.
"Bisa jadi karena adanya pihak-pihak yang tidak senang berkembangnya industri halal, karena itu akan menghalangi perkembangan bisnis produk haram. Karena jika akses terhadap produk halal mudah, maka akan meningkatkan kualitas umat islam Indonesia dan menjauhkan diri dari yang haram," kata Rifda.
Menurutnya, selain memang kelihatan betapa kurangnya pemahaman halal di beberapa orang pemangku kepentingan di Negeri ini.
"Membolehkan yang haram menurut saya, sama saja dengan melakukan hal yang haram. Ada kok hadis tentang mereka yang ikut berdosa terkait minuman keras, salah satunya yang membolehkan," tegas Rifda lagi.
Acara Festival bir terbesar di dunia yang berlangsung di Jerman, ternyata juga diperingati di mal yang berlokasi di Tangerang Selatan ini. Acara ini biasanya turut dimeriahkan dengan musik, bir dan tarian khas Bavarian.
Oktoberfest merupakan pesta bir terbesar di dunia dan biasanya digelar di Munich, Bavaria, Jerman. Festival ini merupakan salah satu acara yang paling terkenal di kota ini dan menjadi acara tahunan yang ditunggu masyarakat Jerman.
Summarecon Mal Serpong (SMS) kembali menghadirkan acara tahunan yaitu "Oktoberfest", yang kesembilan kalinya dengan meriah. Pesta bir terbesar ini berlangsung pada Sabtu (17/10) di area Broadway SMS.
Acara dibuka langsung oleh band Jerman otentik yang sudah memiliki sertifikat asli sebagai pengisi festival tahunan di negara asalnya yaitu "Die Dorf Fest Kapelle". Musik Bavarian yang dilantunkan ini membawa tamu berjoget, minum bir sambil mencicip hidangan lezat. ***L/IS/R1
Tags :