Posted on Selasa, 13 Okt 2015 05:13 WIB
Kami belum bisa memastikan apakah aplikasi ini benar-benar punya efek yang sama dengan ganja
Jakarta, (ICMI Media) - Merebaknya informasi mengenai "Narkoba Digital" semakin meresahkan masyarakat. Aplikasi I-Doser banyak disebut sebagai 'narkoba' yang berbahaya. Pihak Laboratorium BNN sendiri masih mendalami masalah tersebut dan menunggu aduan langsung masyarakat, jika ada dampak buruk serupa narkoba yang muncul akibat menggunakan aplikasi ini.
"Kami belum bisa memastikan apakah aplikasi ini benar-benar punya efek yang sama dengan ganja. Bahkan ada juga laporan yang pernah kami dengar, meski sudah menggunakan namun tidak berdampak apa-apa terhadap dirinya," kata Riska, Penguji di Laboratorium BNN kepada ICMI Media pada Selasa (13/10) di Jakarta.
Selain itu, secara teknologi dan sumber daya manusia BNN tidak memiliki alat untuk menguji secara tepat apakah efek dari aplikasi elektronik itu berdampak seperti penggunaan ganja atau tidak.
"Kita di BNN hanya punya pengujian untuk bahan narkoba yang dikonsumsi secara fisik, bukan aplikasi elektronik itu," tambah Riska.
Sekalipun nanti terbukti, maka butuh regulasi lagi siapa yang berhak melakukan penindakan dan pencegahan dari aplikasi ini, jelas Riska lagi. "Mungkin yang lebih tepat adalah Polri, karena sudah ada divisi Cyber Crime," kata Riska.
Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium BNN, Kuswardani, menyatakan di sebuah media, bahwa aplikasi I-Doser secara Undang-Undang tak termasuk Narkotika.
Yang dimaksud Kuswardani adalah Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Di dalam pasal 1 undang-undang tersebut dijelaskan bahwa, "Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini."
Dubai sudah blokir I-Doser
Pernyataan kekhawatiran masyarakt ini muncul, karena adanya kasus dari efek mirip penggunaan ganja di Amerika Serikat. Bahkan tahun lalu, menurut situs Emirates247, Dubai pun sudah memblokir situs-situs yang memasarkan aplikasi ini.
Karena 'narkoba digital' ini menurut mereka memberikan efek yang sama dengan ganja. Namun Asisten Kepala Polisi Dubai Pidana Urusan Investigasi, Mayor Jenderal Khalil Ibrahim Al Mansouri mengatakan belum ada penelitian yang bisa membuktikan kemanjuran 'narkoba digital' ini.
Sedangkan di Oklahoma, Amerika Serikat, banyak anak-anak yang kecanduan I-Doser, salah satunya para murid sekolah Mustang High School. *** L/IS/R1