Posted on Sabtu, 10 Okt 2015 17:14 WIB
Tapi ICMI jangan dikaitkan atau dibawa dalam sebuah partai tertentu
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Presidium ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), Dr. Sugiharto. SE., MBA, mengatakan bahwa ICMI tidak boleh dibawa dalam pertarungan politik walau dalam keanggotaan ICMI terdiri atas individu lintas partai.
"Karena itu, syarat utama calon Ketua Umum ICMI pada Muktamar VI mendatang di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Desember mendatang adalah bukan Ketua Umum sebuah Partai Politik di Indonesia," kata Sugiharto, dalam pembukaan Musyawarah dan Pertemuan Nasional (Pernas) Majelis Sinergi kalam (Masika) ICMI ke-8, pada Jumat (9/10) di Jakarta.
Menurut mantan Menteri BUMN itu, sangat penting hal itu ditegaskan agar ICMI sebagai organisasi kaum intelektual tidak dimanfaatkan sebagai kendaraan politik bagi siapapun juga. "Di Dalam ICMI boleh saja ada partai merah, biru, hijau atau kuning. Tapi ICMI jangan dikaitkan atau dibawa dalam sebuah partai tertentu," ujar Sugiharto.
Selain itu, guna mengefektifkan organisasi cendekiawan muslim di Indonesia itu, metode dan sistem pemilihan Ketua Umum juga akan berubah total dari sebelumnya.
"Dalam 10 tahun terakhir, kita menggunakan sistem presidium yang harus diakui sulit dan tidak efisien dalam pergerakan organisasi. Maka berdasarkan hasil RMPP lalu di Jakarta, kita akan menggunakan sistem paket 1 (satu) orang Ketua Umum dan wakil-wakilnya. Sistem pemilihan juga tidak lagi menggunakan mekanisme voting atau penggalangan suara, tapi mengedepankan aspek musyawarah mufakat sebagaimana khittah Islam sesungguhnya," terang Sugiharto.***L/IS/R1