Home / Media / Siaran Pers / Cides Evakuasi Warga Korban Asap Sebaiknya Segera Dilakukan

Cides: Evakuasi Warga Korban Asap Sebaiknya Segera Dilakukan


Posted on Jumat, 23 Okt 2015 03:35 WIB


Cides: Evakuasi Warga Korban Asap Sebaiknya Segera Dilakukan

konsentrasi CO permukaan lebih dari 400 ppb yang berpotensi membunuh mahluk hidup

Jakarta, (ICMI Media) - Direktur Eksekutif Central for Information and Development Studies (CIDES) Indonesia, Drs. Dipl. Env. Muhammad Rudi Wahyono MMA, mengatakan bahwa evakuasi warga terpapar kabut asap di Sumatera dan Kalimantan harus segera dilakukan sebelum korban nyawa jatuh lebih banyak.

"Evakuasi warga sebaiknya segera dilakukan keburu pada tewas, hanya orang bodoh saja yang tidak tahu bahwa pencemaran primer (CO) dan sekunder (NO,SO,Ozon) itu berefek mematikan pada organisme," tegas Rudi Wahyono melalui akun Facebooknya yang dikutip ICMI Media pada Jum'at (23/10).

Direktur Eksekutif di The Environment, Marine, Energy Consultant ini menerangkan, bahwa saat ini Citra satelit Jason-2 mengindikasikan El Nino 2015 lebih kuat dari 1997/98.

"Satelit Nasa MOPITT di Borneo menunjuan konsentrasi CO permukaan lebih dari 400 ppb yang berpotensi membunuh mahluk hidup," kata Rudi dalam lamannya itu.

Sementara itu menurutnya, alasan evakuasi harus dilakukan lantaran hotspot di Sumatra dan di Borneo masih meluas bahkan sekarang meluas ke Sulawesi Maluku dan Papua. "Catatan terakhir bahkan menunjukan telah mencapai 3000 hotspot.

Sementara itu, Seorang anggota ICMI Pusat dari Departemen Kaderisasi Cendekiawan Muda ICMI, Jhon Edy Rahman, SH. MKn., melaporkan bahwa pada Kamis (22/10) sebagian santri di Baitul Quran Riau sedang dirawat d Posko Darurat Asap di Riau karena terkena gangguan ISPA.

"Mohon do'a dari asatidz, pagi ini sebagian santri kita di Baitul Qur'an Riau sedng dirawat karena ISPA di posko darurat asap DPW Riau," kata Jhon Edy dalam pesan singkatnya di grup diskusi ICMI.

Menurut Jhon, keterangan dari dokter menyatakan hampir semua santri yg dirawat diparu-parunya banyak asap. "Pekatnya asap dari semalam sangat mengganggu aktifitas santri, padahal di asrama sudah ada fasilitas penjernih udara," pungkas Jhon. ***L/IS/R1

Foto: Dok. Rudi Wahyono


Tags :





Detail side

Media Terpopuler