Dalam Satu Bulan Ribuan Warga Palestina Ditembak Militer Israel
Posted on Selasa, 3 Nov 2015 14:39 WIB
Oktober menjadi bulan mematikan sejak Intifada Kedua.
Jakarta, (ICMI Media) - Oktober menjadi bulan mematikan sejak Intifada Kedua. Sekitar 2.617 warga Palestina ditembak pasukan militer Israel, baik dengan peluru tajam ataupun peluru baja berlapis karet. Demikian laporannya Bulat Sabit Merah, (1/11).
Jubir Bulan Sabit merah menuturkan kepada Maan News, setidaknya 760 warga Palestina ditembak dengan peluru tajam, sementara 1.857 tekena peluru baja berlapis karet.
Ia menambahkan, 5.399 warga Palestina terpaksa dirawat karena menghirup gas air mata berlebihan. "Total mereka yang terluka sepanjang Oktober mencapai 8.262 warga Palestina," ujarnya.
Dalam peristiwa ricuh tersebut, sebanyak 11 warga Israel meninggal yang sebagian besar karena penusukan. Sementara 69 warga Palestina meninggal oleh tembakan Militer Israel.
Sementara itu, sebuah Stasiun radio Palestina juga telah ditutup oleh militer Israel, peralatan siaran yang digunakan untuk menyiarkan panggilan serang atas Israel juga disita oleh militer Israel. Penutupan stasiun radio Al Hurria di Hebron dilakukan Selasa (3/11) dini hari waktu setempat.
Menurutnya, stasiun radio tersebut telah mendorong terjadinya penusukan dan memuliakan para penyerang kekerasan di Tepi Barat. Hal tersebut dilakukan karena frustasi terhadap kependudukan Israel selama hampir setengah abad.***Rep/FS/R1
Tags :