Home / Media / Siaran Pers / Demo Antimuslim Berubah Jadi Demo Toleransi

Demo Anti-Muslim Berubah Jadi Demo Toleransi


Posted on Senin, 12 Okt 2015 06:29 WIB


Demo Anti-Muslim Berubah Jadi Demo Toleransi

Kami mengobrol dengan dia selama 45 menit. Pada akhirnya dia memberikan orang pelukan, dan datang ke masjid untuk menikmati bagel dan kopi ..

Jakarta, (ICMI Media) - Sebuah demo anti muslim yang digelar oleh sekelompok orang di Amarilo, Amerika Serikat tiba-tiba berubah menjadi demo toleransi dan kasih sayang, setelah seorang muslimah berdialog langsung dengan pendemo, pada Sabtu (10/10) waktu setempat, dikutip ICMI Meda dari Amarilo.com.

Semula, demo itu direncanakan akan dihadiri oleh sekitar 100 orang yang dicurigai terdorong oleh sikap rasis, xenofobia dan Islamaphoba ekstrim. Tujuan mereka adalah untuk menggertak dan mengintimidasi umat Islam di masjid-masjid di seluruh Amerika Serikat.

Namun hal aneh terjadi, ketika demo berlangsung justeru hanya beberapa orang saja yang menyampaikan rasa kebencian mereka terhadap Islam. Sisanya, justeru berbalik ingin belajar tentang Islam setelah seorang muslimah mengajak mereka berdialog dengan menyediakan minuman teh, semangka dan makanan kecil untuk para pendemo.

"Kami mengobrol dengan dia selama 45 menit. Pada akhirnya dia memberikan orang pelukan, dan datang ke masjid untuk menikmati bagel dan kopi ... dan tur," kata seorang pendemo. Bahkan diantara mereka, justeru ikut kerja bakti membersihkan mesjid yang semula didemo mereka.

Ada juga rombongan yang datang untuk mendemo di depan masjid. Lalu ditemui oleh orang-orang Islam dan diajak dialog. Tiba-tiba mereka merubah banner mereka menjadi "rally for peace and tolerance" atau "Demo untuk kedamaian dan toleransi."

Menguatnya sentimen anti-Muslim telah digerakan kembali oleh calon presiden Partai Republik Donald Trump, yang belum pernah menampik ucapannya soal keberadaan muslim di AS yang ia sebut "Masalah Muslim."

Namun kaum muslim di AS, menyikapi hal itu secara bijak dengan mengajak para pemrotes itu berdialog secara santai dan santun. Sikap seperti itu, akhirnya berbalik mendorong banyak kalangan di AS ingin mempelajari Islam lebih jauh. ***L/IS/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler