Dewan Penasehat ICMI Dukung Program Bela Negara
Posted on Selasa, 27 Okt 2015 09:15 WIB
Program ini diharapkan akan menumbuhkan rasa cinta tanah air
Jakarta, (ICMI Media) - Anggota Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpendapat bahwa program bela negara yang disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dinilai penting.
Program tersebut beberapa pekan mencuri perhatian publik karena konsep yang dikemukakan seperti kewajiban warga untuk ikut semi militer.
"Kalau saya memandang penting," ujarnya setelah pertemuan tertutup dengan perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kantor DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta, Kamis lalu, (22/10). Program ini diharapakan akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, wawasan kenegaraan dan jauh dari konsep militer.
Meski begitu program tersebut menuai beberapa penolakan karena dianggap tidak jauh berbeda dengan program wajib militer yang sudah diterapkan di beberapa negara, seperti Korea Selatan. Ia menegaskan akan mencari tahu lebih jelas seputar rincian dari konsep bela negara tersebut. Terlebih lagi ia merupakan mantan Letnan Jendral TNI.
Program pelatihan bela negara yang melibatkan 4.500 kader dari 45 kabupaten/kota dibuka Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhan, Jakarta, Kamis (22/10).
Untuk tahap pertama, pelatihan tersebut akan menyasar sekitar 100 calon pelatih inti di resimen induk komando daerah militer alias Rindam.
“Pelatihan akan berlangsung selama satu bulan di masing-masing 45 kabupaten atau kota. Sifatnya sukarela, tanpa paksaan,” kata Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhan, Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin. ***Rep/IS/R1
Tags :