Posted on Rabu, 3 Jun 2015 00:52 WIB
Ia mengaku dihadang oleh tentara Australia dan diusir agar kembali dan masuk ke wilayah Indonesia.
Jakarta, (ICMI Media) - Setelah dihalau oleh Tentara dari Angkatan Laut Australia, sekitar 65 orang imigran tiga negara terdampar di Pulau Landuli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun karena rumah detensi imigran Kupang penuh., kini para imigran itu ditampung di Hotel Ina Boi Kota Kupang, NTT.
"Perahu motor kami dihadang tentara Angkatan Laut Australia, saat tiba di Pulau Pasir, perbatasan Indonesia dan Australia," ujar Raguvarman asal Bangladesh kepada sejumlah wartawan di hotel Ina Boi, Kota Kupang, NTT, Selasa (2/6).
Ia mengaku dihadang oleh tentara Australia dan diusir agar kembali dan masuk ke wilayah Indonesia.
Raguvarman mengatakan, pada saat mereka diusir oleh AL Australia, enam anak buah kapal (ABK) yang mengangkut mereka sempat diberi dua unit kapal baru, makanan, uang, dan bahan bakar minyak seadanya.
Tetapi pada saat mereka berlayar menuju Pulau Rote, kedua kapal tersebut kehabisan bahan bakar, sehingga akhirnya terdampar di Rote Ndao.
"Kami mau mencari suaka di Australia, karena di negara kami tidak nyaman. Kami dikasih uang, namun yang terima uang itu adalah ABK yang membawa kami. Dua ABK melarikan diri dengan menggunakan speed boat dan empat ABK ditangkap polisi saat kami terdampar," katanya, Kupang, Selasa (2/6).
Menurutnya, mereka berangkat dari Malaysia menuju Cisarua, untuk melanjutkan perjalanan menuju Australia melewati perairan Indonesia, selama 10 hari untuk tiba di Pulau Pasir.
"Tapi akhirnya, kami terdampar di Pulau Rote setelah diusir oleh tentara Australia pada Senin (1/6). Beruntung, para nelayan membantu kami dengan memberi makanan dan pakaian seadanya," kata Raguvarman.
Kapolres Rote Ndao, AKBP, Hidayat, menjelaskan, jumlah imigran sebanyak 65 orang itu terdiri dari satu Myanmar, 10 warga Bangladesh, 54 warga Srilangka sebanyak 54 orang.
"Dari 65 orang imigran itu, perempuan sebanyak empat orang, dua anak dan satu balita. Mereka diangkut dua kapal dan mengalami kerusakan mesin dan kandas Rote Ndao," jelas Hidayat.
Saat ini, dua kapal itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Selain itu juga, polisi telah menangkap dua ABK, sedangkan ABK lainnya berhasil melarikan diri dengan speed boat.
"Kedua ABK yang berhasil ditangkap berasal dari Ambon dan Manado, Sulawesi Utara. Sedangkan 65 imigran itu sudah diserahkan kepada imigrasi Kupang," kata Hidayat.
sumber: Berita Satu