Posted on Rabu, 23 Ags 2017 09:14 WIB
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Jakarta (ICMI Media) - Penasehat Majelis Dialog Antar Agama dan Kebudayaan ICMI Prof DR Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa kini menekankan konsep kebudayaan dalam studi ilmu sosial bisa menjadi sebuah pilhan baru.
Din beranggapan, analisa dalam ilmu politik yang menekankan kebudayaan lebih bisa menjelaskan realitas berpolitik itu sendiri.
Hal itu disampaikan Din saat menjadi Resensor buku terbaru karya Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie berjudul Konstitusi Kebudayaan dan Kebudayaan Konstitusi, di Kampus UMJ, Tangerang, Banten, Rabu (23/8).
"Karena sejatinya kehidupan, baik individual maupun kolektif, memang tidak terlepas dari kebudayaan,” ucap Din.
Pada kesempatan ini, Din mengapresiasi dan mengucapkan selamat dengan terbitnya lagi buku karya Jimly yang ke 61. Karya buku terbaru ini membuktikan bahwa Jimly merupakan pemikir sekaligus penulis yang produktif.
"Saya cukup mengikuti pemikiran Prof Jimly dari pernyataan media atau makalah-makalah. Beliau adalah perancang lembaga penting di Indonesia, sekaligus memimpin lembaga hasil rancangannya," Din menuturkan.
Din juga menyatakan sikap sependapatnya terhadap pemikiran Jimly mengenai dua frasa antara konstitusi kebudayaan dan kebudayan konstitusi.
Tampak hadir juga pada acara resensi buku Konstitusi Kebudayaan dan Kebudayaan Konstitusi karya Jimly yaitu, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Effendy, mantan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari dan Guru Besar IPB Bomer Pasaribu. (SYH/CR)