Home / Media / Siaran Pers / Dpr Sesalkan Pemerintah Beri Visa Bagi Atlet Israel Tanding Di Jakarta

DPR Sesalkan Pemerintah Beri Visa Bagi Atlet Israel Tanding Di Jakarta


Posted on Rabu, 12 Ags 2015 08:22 WIB


DPR Sesalkan Pemerintah Beri Visa Bagi Atlet Israel Tanding Di Jakarta

Kita tidak mengakui Israel sebagai negara. Sehingga tidak mungkin pula bagi kita untuk berhubungan dengan Israel dalam hal lain yang membawa nama negara seperti ajang kompetisi olahraga bulu tangkis ini

Jakarta, (ICMI Media) - Sukamta, Anggota Komisi I DPR RI, menyatakan, penyesalan atas keputusan pemberian izin visa kepada pemain bulu tangkis asal Israel, Misha Zilberman, untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 10-16 Agustus 2015.

Menurutnya, Israel telah melakukan penjajahan dengan menganeksasi wilayah Palestina. Karenanya Indonesia sejak awal merdeka hingga sekarang tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

“Kita tidak mengakui Israel sebagai negara. Sehingga tidak mungkin pula bagi kita untuk berhubungan dengan Israel dalam hal lain yang membawa nama negara seperti ajang kompetisi olahraga bulu tangkis ini,” kata Sukamta seperti dilaporkan Mi’raj News Agency (MINA) pada Selasa (11/8).

Dia mengatakan, dalam Pembukaan Undang-undang Dasar NKRI 1945 sudah jelas menyatakan bahwa Indonesia anti terhadap penjajahan. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta itu menjelaskan, pada tahun 1957 lalu, tim nasional Indonesia lolos di zona Asia dan tinggal berhadapan dengan Israel untuk bisa ikut ke Piala Dunia tahun 1958 di Swedia. Namun, Indonesia menolak untuk bertanding di Jakarta atau Tel Aviv.

Indonesia akhirnya mengundurkan diri setelah permintaannya untuk bertanding di tempat netral ditolak oleh FIFA. Presiden Soekarno juga pernah menolak keikutsertaan Israel dalam Asian Games tahun 1962 di Jakarta.

“Kita harus tetap menghidupkan semangat Soekarno yang menyatakan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” ujarnya.

Jadi, meskipun itu olahraga, tetapi berhubungan dengan kedaulatan negara.

“Pemberian visa kepada atlet yang mewakili negara Israel, Zilberman, untuk bertanding di Jakarta dalam kejuaraan bulu tangkis dunia, akan mencederai konstitusi kita. Akan mencederai semangat bangsa kita yang anti penjajahan dan cinta kemerdekaan,” ujarnya. *** Imam/R1


Sumber: Mi’raj Islamic News Agency (MINA)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler