Posted on Selasa, 8 Sep 2015 04:45 WIB
masyarakat merasa lebih nyaman dan tidak terbebani fluktuasi ekonomi yang kini melemah.
Jakarta, (ICMI Media) - Sub Branch Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) Kemang, Jakarta Selatan, Deasi Anggraini mengatakan, bank syariah selama ini tidak berkecimbung dalam kegiatan transaksi valuta asing maupun pasar modal.
Sehingga menurutnya, gejolak perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan melemahnya rupiah justru berdampak baik bagi industri perbankan syariah. Terbukti, banyak nasabah baru baik yang menabung maupun pembiayaan. “Kami fokus pada sektor riil, jadi lebih aman sebenarnya,” kata Deasi kepada media, saat ditemui di sela-sela iB Vaganzadi Mall Pejaten Village, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Menurutnya, naik turunnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), justru memberikan keuntungan yang signifikan terhadap bank syariah. “Dengan menurunnya nilai tukar rupiah, sebenarnya kami diuntungkan karena ada limpahan nasabah dari bank konvensional,” ujarnya.
Ia mengakui, bahwa nasabah BSM mengalami peningkatan baik dari bisnis simpanan maupun pengajuan pembiayaan. Nasabah umumnya, memiliki bank syariah karenanya adanya jaminan kepastian.
Bahkan, kata Deasi, banyak dari nasabah baru yang sengaja memindahkan uangnya dari bank konvensional ke bank syariah. Tujuannya adalah untuk menjaga-jaga apabila bank konvensional mengalami kebangkrutan karena dampak pelemahan ekonomi saat ini.
Ketertarikan masyarakat berbondong-bondong mengajuan pembiayaan, kata Deasi, dikarenakan masyarakat merasa lebih nyaman dan tidak terbebani fluktuasi ekonomi yang kini melemah.
“Orang tertarik mengajukan pembiayaan, alasannya sederhana. Yaitu karena pembiayaan bersifat tetap hingga jangka waktu cicilan 15 tahun pun tidak terpengaruh oleh naik turunnya dolar. Ya bank syariah pasti lebih memberikan kenyamanan,” pungkasnya ***Fin/Imam/R1