Home / Media / Siaran Pers / Foz Upayakan Advokasi Bagi Rohingya

FOZ Upayakan Advokasi Bagi Rohingya


Posted on Kamis, 28 Mei 2015 02:34 WIB


FOZ Upayakan Advokasi Bagi Rohingya

Praktis, kondisi hidup mereka selama ini sudah kehilangan hak hidupnya selama berada di Myanmar

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Forum Zakat (FOZ) yang juga CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk memberikan advokasi kepada para pengungsi Rohingya dalam mengembalikan hak-haknya sebagai manusia.

"Praktis, kondisi hidup mereka selama ini sudah kehilangan hak hidupnya selama berada di Myanmar," ujar Nur Efendi kepada ICMI Media pada Rabu malam (27/5) melalui telepon.

Efendi menyatakan, advokasi itu akan dibagi dalam 2 rencana kerja, yaitu bidang taktis dan strategis.

"Pertama, untuk advokasi taktisnya; kita bersama lembaga-lembaga membantu mereka dalam bentuk bantuan baik makanan, kesehatan, pendidikan dan juga keterampilan," ujar Efendi.

Lalu yang Kedua, adalah advokasi strategis. "Kita bersama teman-teman melakukan advokasi nasional melalui Kementrian Luar Negeri, kawasan ASEAN dan internasional melalui organisasi PBB untuk mengembalikan hak pengungsi Rohingya sebagi manusia," ujar Efendi lagi.

Dirinya mengungkapkan, sebenarnya program ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

"Kalau pelaksaannya sudah dimulai sejak 2 tahun lalu, bahkan kita sudah sampai di Rohingya. Adapun untuk yang di Indonesia, memang baru dimulai semenjak pengungsi Rohingya tiba di Indonesia," jelasnya.

Forum Zakat, atau disingkat FOZ adalah asosiasi lembaga pengelola Zakat yang berfungsi sebagai wadah berhimpunnya Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.

Lembaga ini didirikan pada hari Jumat, 19 September 1997 oleh 11 lembaga yang terdiri Dompet Dhuafa Republika, Bazis DKI Jakarta, Baitul Mal Pupuk Kujang, Baitul Mal PT. Pupuk Kaltim, Baitul Mal Pertamina, Telkom Jakarta, Bapekis Bank Bumi Daya, Lembaga Keuangan Syariah Bank Muamalat Indonesia, PT. Internusa Hasta Buana dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Jakarta. (Awan/Imam)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler