Posted on Rabu, 24 Mei 2017 11:31 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Kapasitas intelektual yang dimiliki umat Islam tidak bisa berdiri sendiri dan lepas dari sisi keimanan serta ketakwaan (Imtak). Anugerah kemampuan akademik umat Islam yang bagus perlu seimbang dengan imtaknya. Demikian diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan ICMI Prof DR Ing BJ Habibie, di Jakarta, Senin (22/5), di sela-sela acara pembacaan doa dan Surah Yasin serta tahlil mengenang tujuh tahun wafatnya almarhumah Ainun Habibie. "Kita harus menggabungkan antara sisi hitauch, yaitu iman dan taqwa dengan hitech, yaitu sisi akademik. Tidak boleh berdiri sendiri-sendiri," kata Habibie. Dengan alasan tersebut, Habibie mengajak semua pihak mampu menggabungkan dan mensinergikan semua komponen untuk menuju bangsa yang lebih baik. "Mulai dari ruang lingkup agama, budaya, teknologi dan dunia kreatif untuk satu tujuan yaitu menciptakan negara yang lebih baik," ujar Habibie. Hal lain yang dikemukakan Habibie adalah, seluruh umat beragama di Indonesia dapat kembali mengamalkan nilai Pancasila. Menurut Habibie, itu adalah kunci menjadikan Indonesia makmur kembali. "Oleh sebab itu, kunci bagaimana agar Indonesia dapat menjadi makmur yaitu kembali kepada nilai dasar, tidak membeda-bedakan antara suku dan ras satu dengan yang lainnya," tutur Habibie?.*** (L/CH)