Hadimulyo: Mau Presidium Atau Presidensi Asal Mau Dan Mampu Menggerakan ICMI
Posted on Jumat, 30 Okt 2015 16:17 WIB
Seperempat abad usia ICMI ini, kita harus menyiapkan generasi emas
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Koordinasi Pengembangan Etika dan Budaya Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Drs. Hadimulyo, M.Sc. mengatakan tak mempersoalkan soal pergantian sistem Presidium ke Presidensil (Ketua Umum) dalam Muktamar VI mendatang.
"Saya tidak persoalkan apakah ICMI nanti akan tetap menggunakan sistem presidium ataupun Presidensil (Ketua Umum), karena yang terpenting pemimpin ICMI harus mau dan mampu menggerakan organisasi," kata Hadimulyo kepada ICMI Media pada Jum'at (30/10).
Selain itu, profil pimpinan ICMI mendatang adalah orang yang mampu mencerahkan, melayani dan peduli, demikian dikatakan oleh Hadimulyo.
"Seperempat abad usia ICMI ini, kita harus menyiapkan generasi emas," ujar Hadimulyo.
Menurutnya, estafet kepemimpinan ini adalah dalam rangka long march dan kontribusi ICMI bagi tercapainya tujuan nasional. Karena itu menurutnya, hal itu suatu adalah keniscayaan.
"Saat ini banyak anak-anak muda berbakat, pemberani, tidak penjilat, juga tidak bossy, berprestasi, santun, kritis, kreatif, tahan banting, dan otentik. Itulah kualifikasi kepemimpinan ICMI ke depan," pungkas Hadimulyo.
Muktamar ke-VI ICMI akan diselenggarakan bersamaan dengan Milad ICMI ke-25 tahun di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 11-13 Desember 2015 mendatang. Dalam perhelatan akbar organisasi cendekiawan pertama di Indonesia itu, akan terjadi perubahan mendsar dalam sistem pemilihan pimpinan ICMI, dari sistem presidium menjadi Prsidensil atau paket Ketua Umum.
Masing-masing Organisasi Wilayah, diharapkan mengusulkan nama-nama kandidat ketua umum yang akan maju dalam pemilihan yang menggunakan sistem musyawarah untuk mufakat. ***L/IS/R1
Tags :