Home / Media / Siaran Pers / Haji Miniatur Kehidupan 3

Haji Miniatur kehidupan (3)


Posted on Jumat, 25 Sep 2015 03:45 WIB


Haji Miniatur kehidupan (3)

Bagian ketiga dari artikel haji oleh Imam Shamsi Ali, Ketua ICMI Orsat New York

Oleh: Imam Shamsi Ali)*

Jamaah haji selama minimal setengah hari melakukan introspeksi, menemukan jati diri kembali (fitrah) di Arafah. Dari Zuhur hingga terbenam hari diwajibkan atas mereka untuk tetap berada di padang luas itu.

Setelah mata hari terbenam masanya mereka harus bergerak. Mereka kembali melakukan perjalanan serius itu. Ternyata perjalanan hidup itu tidak semudah yang dibayangkan. Perjalanan itu penuh dengan rintangannya. Rintangan atau tantangan hidup itu sendiri menjadi karakter alami dari hidup itu sendiri. Artinya rintangan itu mutlak adanya dalam hidup. Untuk berhenti tertantang berarti memilih untuk berhenti dari perjalanan itu (berarti mati).

Tantangan pertama manusia sesungguhnya telah diperlihatkan sejak awal perjalanan hidupnya, bahkan sebelum fase dunia ini sekalipun. Kita diingatkan ketika Adam telah sempurna dalam penciptaannya. Ketika itu Allah ingin menyampaikan kepada semua makhluk kalau ciptaan-Nya itu adalah yang terbaik dan termulia.

Oleh karenanya makhluk terdekat kepadaNya, yang sebelum manusia diciptakan begitu terhormat dan mulia, Allah uji. Yaitu para malaikat. Mereka diperintah untuk bersujud (sebagai penghormatan) kelada manusia yang baru Dia ciptakan itu. Orang sini biasa menyebutnya: a new kid on the block.

Malaikat adalah makhluk yang tabiatnya taat. Malaikat secara alami tidak akan pernah melanggar perintah Tuhan. Akan tetapi saat itu ada juga makhluk lain yang berada pada posisi malaikat dalam ketaatan, sehingga juga mencalai kemuliaan malaikat. Maka makhluk tersebut ikut diperintah untuk sujud, memberikan penghormatan kepada manusia (Adam). Ternyata makhluk non malaikat ini menentang perintah itu. Makhluk itu adalah Iblis (la'natullah alaih).

Penentangan terhadap perintah itulah menjadikan makhluk itu terlaknat atau terusir dari rahmat Allah SWT. Dia diusir dari syurga dan selamanya akan jauh dari kasih sayang Allah yang merupakan kunci syurgaNya.

Peristiwa itu menjadikan Iblis membangun dendam kusumat kepada manusia. Untuk meloloskan dendamnya itu Iblis meminta agar kematiannya dilambatkan hingga akhir zaman. Allah memenuhi permintaan itu dengan tujuan tunggal: menyesatkan manusia semuanya (laughwiyannahum ajmaiin). Dan ini pulalah musuh awal manusia.

Akan tetapi selain musuh di atas, ternyata musuh terbesar manusia adalah musuh yang melekat secara inherent pada dirinya. Merupakan bagian integral dari kehidupannya itu sendiri. Itulah "hawa nafsu" busuk manusia (fa-alhamaha fujuuraha). Dan ternyata dalam pemahaman Islam ini pula terbesar yang perlu dihadapi dengan jihad akbar.

Mempersiapkan pertarungan abadi ini jamaah haji disyariatkan setelah keluar dari Arafah untuk singgah di sebuah persinggahan sementara. Tujuan tidak lain adalah mempersiapkan secara penuh dan serius pertarungan melawan musuh abadi itu (Iblis dan hawa nafsunya).

Persiapan itu mencakup kedua hal: physical dan spiritual. Untuk persiapan fisik jamaah haji menghadapi musuh ini jamaah haji disyariatkan mengumpulkan bebatuan (krikil kecil) minimal tujuh buah untuk persiapan peperangan di hari pertama.

Selain persiapan fisik tersebut, persiapan spiritual ternyata sangat penting dan krusial, bahkan menentukan kemenangan melawan musuh abadi tadi. Oleh karenanya ketika ayat-ayat Al-quran berbicara tengang persinggahan di tempat yang lebih dikenal dengan Muzdalifah ini, "dzikrullah" menjadi pokok perintahnya. Allah SWT mengingatkan: "faidza afadhtum min Arafaat fadzkurullaha indal masy'aril haram..." (Dan jika kamu telah keluar dari Arafah maka ingatlah Allah di "masy'aril haram"). Dan Masy'aril haram menurut Rasulullah SAW adalah "Muzdalifah".

Di tempat inilah jamaah singgah sementara selama semalam atau sebagian malam (mabiit). Sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke medan laga yang sesunggguhnya (Mina).

)* Bagian ketiga dari artikel haji oleh Imam Shamsi Ali, Ketua ICMI Orsat New York


Tags :





Detail side

Media Terpopuler