HNW: Ketidakpahaman Terhadap 4 Pilar Juga Menimbulkan Kesulitan Ekonomi
Posted on Senin, 20 Feb 2017 06:56 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Wakil Dewan Pakar ICMI yang juga Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mensosialisasikan empat Pilar MPR di hadapan sedikitnya 150 orang warga di DPC Mampang Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (20/2).
Pria yang akrab disapa HNW ini mengakui bahwa saat ini masyarakat banyak yang tak memahami empat pilar bangsa. Bahkan tak sedikit juga yang salah pemahamannya. Karena itu, MPR berkewajiban untuk melakukan sosialisasi.
"Ketidakpahaman dan kesalahpahaman terhadap empat pilar itu bisa menimbulkan kondisi yang sulit, saat ini antara lain di bidang ekonomi," katanya.
Dikutip dari laman Rmol.co, dimana, lanjut dia, ekonomi rakyat saat ini sangat sulit. Salah satu faktornya menurut dia karena melambungnya harga bahan pokok.
Misalkan cabai. Melambungnya harga cabai menurut dia sangat tidak bisa diterima. Pasalnya menurut dia Indonesia adalah negara yang subur, namun harga cabai melambung tinggi hingga Rp 150.000,-.
"Kondisi demikian merupakan akibat dari ketidakhadiran peran negara yang di dalam konstitusi diwajibkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,"terangnya.
Kemudian soal kesalahpahaman terhadap empat pilar menurut dia adalah adanya upaya sebagian pihak yang mempertentangkan antara umat Islam dengan Pancasila. Padahal, menurutnya hal itu tidak perlu terjadi, karena Pancasila lahir sebagai kompromi yang disepakti oleh semua elemen bangsa, baik itu tokoh-tokoh umat Islam, nasionalis, bahkan non Muslim.
"Umat Islam menerima Pancasila sebagai jalan tengah, setelah menyetujui penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Jadi Umat Islam memiliki andil besar dalam kelahiran Pancasila," terangnya.
Terlebih, tambah HNW, peran Umat Islam di dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia amat besar. Ia mencontohkan bagaimana tokoh Umat Islam seperti KH Hasyim Asyari, yang pada 22 Oktober 1945 mengumpulkan ulama se-Jawa Timur dan Madura, dalam menyikapi serbuan sekutu ke Indonesia pasca Proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang kemudian menghasilkan sebuah resolusi Jihad Nahdlatul Ulama
"Resolusi Jihad itu sendiri telah diakui sebagai salah satu peristiwa penting dalam perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan," pungkasnya.*** (T/CH)
Tags :