Posted on Senin, 29 Jun 2015 07:34 WIB
Bila tidak segera diambil solusi yang cepat dan tepat, mungkin saja terjadi krisis ekonomi seperti 1998
Jakarta, (ICMI Media) - Â Anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan perlu solusi cepat untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi yang sedang terjadi, salah satunya dengan reshuffle atau perombakan kabinet.
"Kondisi ekonomi semakin melemah. Bila tidak segera diambil solusi yang cepat dan tepat, mungkin saja terjadi krisis ekonomi seperti 1998," kata Nanat Fatah Natsir seperti dilaporkan Berita Satu.com di Jakarta, Senin (29/6).
Direktur Institut Madani Nusantara itu mengatakan perombakan kabinet, terutama di bidang perekonomian dan hukum, merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pelemahan ekonomi yang sedang terjadi.
Namun, Nanat menilai perombakan kabinet tidak harus hanya di bidang perekonomian dan hukum. Pergantian menteri di posisi lain pun memungkinkan terjadi bila Presiden Joko Widodo menilai ada menteri yang sudah tidak lagi bekerja maksimal.
"Penunjukan dan pemberhantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Terserah Presiden apakah mau mengganti menterinya di kabinet atau tidak," tutur mantan Rektor UIN Bandung itu.
Isu perombakan kabinet kembali mengemuka, ketika Presiden Jokowi tidak terlihat akan segera melakukan pergantian menteri di jajaran kabinetnya.
Dalam acara buka puasa bersama pimpinan DPR pada Selasa (23/6) malam di kawasan Widya Chandra, Presiden Jokowi sempat menanggapi wacana perombakan kabinet tersebut.
Presiden menyatakan jangan ada yang mengganggu menteri-menteri yang sedang bekerja dengan berbagai wacana termasuk perombakan. Menurut Presiden, catatan kerja dan "rapor" menteri hanya dia yang tahu. *** Imam/R1
Sumber : Berita Satu