ICMI Apresiasi Upaya Menteri Siti Nurbaya Atasi Kabut Asap
Posted on Rabu, 21 Okt 2015 05:26 WIB
Terima kasih, kami sedang mengupayakan usaha secara simultan di semua daerah
Jakarta, (ICMI Media) - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengapresisasi kerja keras dan mendukung upaya salah satu kadernya, Menteri Siti Nurbaya Bakar, yang tengah mengatasi dampak El-Nino dan kabut asap di Indonesia.
"Semoga masalah asap segera mereda dengan mula datangnya musim hujan," ujar Ketua Presidium ICMI, Sugiharto. Dirinya bersyukur, Siti Nurbaya juga aktif dalam berbagi saran di grup diskusi ICMI saat ini. Sementara itu, dukungan juga datang dari anggota Presidium ICMI lainnya, Dr. Marwah Daud.
Sementara, Tatat Rahmita berharap agar darurat asap di Indonesia segera berlalu.
"Mba Baya, selamat berjuang #SaveKalteng #SavePapua saat api di Sumsel dan Riau sudah padam," menyusul apresiasi dari Wakil Ketua Bidang Kominfo ICMI, Dr. Ir. Mukhlis Yusuf.
Sementara itu, Ketua Pokja SDSB ICMI, Prof. Dr. Aries Muftie juga turut memberikan dukungan dan saran, jika pengelolaan hutan diserahkan ke BUMDes Desa Emas, pastilah tidak akan menggunakan cara pembakaran untuk membua lahan. "Insya Allah kalau pengelolaan Hutan dan Kebun diserahkan ke BUMDes Desa Emas tidak akan dibakar," ujar Aries Muftie.
Dukungan juga datang dari Wakil Bendahara ICMI, Rifda Ammarina. "Selamat berjuang mengatasi kenakalan pembakar hutan yang sudah merenggut korban jiwa. Tetap semangat! Sukses selalu," ujar Rifda.
Atas apresiasi tersebut, Menteri Siti Nurbaya Bakar mengucapkan terima kasih kepada ICMI. "Terima kasih, kami sedang mengupayakan usaha secara simultan di semua daerah. Harus diakui, kondisi lapangan memang cukup berat ditambah lagi El-Nino dan juga akumulasi banyak persoalan," pungkas Siti Nurbaya.
Indonesia Pinjam 15 Pesawat Pemadam Api
Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan telah meninjau Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, demi melihat perkembangan penanggulangan kebakaran hutan. Hasilnya, di beberapa lokasi daerah tersebut alami kekeringan dan tingkat kebakaran cukup parah.
Berdasarkan hasil identifikasinya, pemerintah harus lebih masif dalam lakukan penanganannya. Salah satunya dengan menambah pesawat terbang untuk penanggulangan kebakaran tersebut, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, maupun Papua. "Dari jumlah pesawat yang kami tambah, kami menghitung, mungkin akan menambah sampai 15 pesawat terbang," ucapnya di Kantor Presiden, Selasa, 20/10.
Tidak sampai di situ, berdasarkan pengalaman Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah juga akan melihat tipe pesawat yang akan dibutuhkan, seperti air tractor, pelikan jenis bombardier, dan BE-200 dari Rusia. Dengan tambahan armada tersebut, Luhut memperkirakan keganasan api di daerah tersebut dapat diatasi.***L/Tem/FS/R1
Tags :