Home / Media / Siaran Pers / Icmi Atasi Rupiah Anjlok Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

ICMI: Atasi Rupiah Anjlok, Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu


Posted on Minggu, 16 Ags 2015 01:30 WIB


ICMI: Atasi Rupiah Anjlok, Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

Hanya dengan itu, krisis akan lebih cepat dilalui.

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Hatta Rajasa menekankan, untuk mengatasi anjloknya nilai tukar Rupiah maka semua elemen bangsa harus bersatu, berhenti bertikai dan bekerja keras. 

"Hanya dengan itu, krisis akan lebih cepat dilalui. Kita masih bisa merawat optimisme akan adanya perbaikan di masa depan," ujar Hatta dalam orasinya pada Silaturahmi ICMI Jawa Barat di Bandung, Sabtu (15/8).

Hatta juga menanggapi pandangan sebagian pengamat yang meramalkan, krisis akan kembali datang seperti di awal era reformasi. Menanggapi spekulasi tersebut,  Mantan Menko Kesra itu menegaskan bahwa situasi saat ini berbeda dengan tahun 1997.

“Situasinya tidak separah 1997, krisis kali ini bersifat multidimensi, khususnya keinginan kolektif yang tak terbendung untuk mengakhiri otoritarian. Semua bergantung policy respons pemerintah," ujar Hatta 

Hatta mengakui pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan faktor eksternal, yaitu membaiknya ekonomi AS, kenaikan suku bunga The Fed dan devaluasi mata uang China, Yuan. “Dengan membaiknya ekonomi AS dan kebijakan The Fed, maka akan berdampak pada capital outflow dari negara-negara emerging, termasuk Indonesia. Belum lagi devaluasi Yuan yang mengakibatkan currence account devisit sehingga semakin dalam menekan rupiah," tambah Hatta.

Meski begitu bila pemerintah terlalu percaya diri bahwa tak ada ancaman krisis sama sekali, maka hal tersebut berlawanan dengan fakta. “Banyak indikasi bahwa krisis rupiah berdampak pada menurunnya daya beli dan melambatnya sektor ritel dan konsumsi," lanjut Hatta.

Respons awal Jokowi-JK sudah dijalankan di atas kertas, namun, lanjutnya, tidak berjalan di lapangan karena lemahnya koordinasi. Maka dari itu, Hatta berharap reshuffle yang dilakukan beberapa waktu lalu mampu meningkatkan fungsi koordinasi Kabinet Kerja, sehingga kebijakan presiden bisa dijalankan.

Pria yang juga mantan Ketua Umum PAN menambahkan, solusi yang harus diambil dalam jangka pendek oleh pemerintah untuk mengatasi krisis adalah dengan menjaga momentum pertumbuhan. “Pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya faktor penopang ekonomi, namun bila angka pertumbuhan terlalu rendah, lapangan kerja juga makin sempit," ujarnya.

Sementara untuk menolong masyarakat bawah yang terimbas pelemahan rupiah, menurut Hatta, perlu adanya intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Di antaranya pemerintah perlu membuat terobosan melalui keep buying strategy. Apa itu? lanjut Hatta, pemerintah perlu menjaga kemampuan daya beli masyarakat bawah agar tetap bisa memenuhi kebutuhannya.

Caranya, salah satunya dengan menghapus pajak untuk mereka yang berpendapatan rendah, misalnya 3 juta ke bawah, agar daya beli tidak tergerus. Selain itu penguatan sistem pelayanan investasi yang berorientasi mengurangi high cost akan dapat mencegah capital outflow. *** Imam/R1

Sumber: Republika Online


Tags :





Detail side

Media Terpopuler