Posted on Senin, 12 Okt 2015 07:11 WIB
“Untuk itu kami melakukan reposisi, di mana kita harus sadar pentingnya melahirkan saudagar dan membangun kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Jakarta, (ICMI Media) – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur, mengadakan Musyawarah Wilayahnya yang ke-6 bertempat di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Ahad, (11/10).
Acara tersebut dibuka oleh Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim dari Presidium pusat ICMI dan Prof. Dr. Mohammad Bisri selaku Rektor Universitas Brawijaya.
Ismail Nachu sebagai Ketua ICMI wilayah Jatim dalam sambutannya mengatakan, kehadiran ICMI dituntut untuk turut mampu menjawab persoalan bangsa.
“ICMI hadir 25 tahun itu untuk menjawab persoalan, karenanya butuh istiqomah, keikhlasan dan pengorbanan,” ujar Ismail.
Di antara yang telah dilakukan ICMI Jatim, Ismail menyebutkan seperti konsen terhadap melahirkan enterpreneur dan pengusaha, melakukan autokritik terhadap kampus yang dinilai hanya melahirkan karyawan serta dituntut keluar dari konsep Belanda.
“Untuk itu kami melakukan reposisi, di mana kita harus sadar pentingnya melahirkan saudagar dan membangun kekuatan ekonomi,” ujarnya.
“Ini harus disadari bahwa ICMI sebagai kaum cendekiawan mesti bersifat dinamis dan menatap masa depan,” tambahnya.
Maka dari itu, terang Ismail, pihaknya akan mulai bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang ada. ***HO/FS/R1