Posted on Kamis, 5 Okt 2017 08:20 WIB
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Jakarta (ICMI Media) – ICMI mendukung pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang menginginkan Indonesia perlu bersikap "nakal" dan berbicara lantang serta berprinsip teguh di kancah antar negara-negara internasional. ICMI menilai, "nakal" dimaksud bukan berarti bertindak negatif.
“Khususnya agar kebijakannya, pernyataannya diperhatikan. Saya kira harus tidak umum dan tidak datar. Kritis tapi yang konstukitf. Bukan yang konstruktif dan senantiasa mengambil peran ke depan,” ujar Ketua Koordinasi Hubungan Luar Negeri dan Hankam ICMI DR Yasril Ananta Baharuddin kepada ICMI Media, Kamis (5/10).
Yasril menuturkan, Indonesia menjadi "nakal" dengan aksi berbeda secara positif yang dapat menjadi pusat perhatian negara-negara di level internasional sehingga memicu bangsa lain mengikuti.
Yasril mencontohkan, kebijakan Indonesia membantu etnis Rohingya mengakhiri keterpurukan adalah bukti "kenakalan’ dimaksud Wapres. Indonesia pernah berjaya dan menjadi "nakal" saat era Presiden Sukarno.
“Seperti masa Bung Karno dulu. ada prestasi, ada juga pemimpin yang menjadi public relations kita di luar negeri dan disegani. Coba saja lihat Filipina dari yang biasa-biasa saja, tiba-tiba ada Presiden Duerte, semua jadi terkesima. Mencuri perhatian dalam arti yang positif,” ucap Yasril. (SYH/CR)