Posted on Rabu, 16 Ags 2017 06:01 WIB
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Jakarta (ICMI Media) – Keberadaan Warung Rakyat yang sebelumnya bernama Toko ICMI akan memudahkan hasil produk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan memasarkanya, terutama yang tersebar di Bogor, Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Majelis Pengurus ICMI Organisasi Wilayah Khusus Bogor DR Meika Syahbana Rusli kepada ICMI Media, di Bogor, Sabtu (12/8).
“Jadi kita punya cukup slot yang bisa diberikan kepada UKM, khususnya di Bogor dan sekitarnya, yang relevan. Produk UKM yang dijual berkaitan dengan makanan dan minuman,” ujar Meika.
Menurut Meika, konsep awal Warung Rakyat bukan hanya bekerjasama dengan produk pabrikan skala nasional, tetapi juga menjadi tempat menjual hasil olahan UKM. Sedangkan terkait harga, Meika menjamin akan mengacu pada mekanisme pasar.
Saat ini Warung Rakyat memang belum beroperasi, namun, ungkap Meika, ICMI Bogor sudah bersiap menjadikan IPB sebagai lokasi pertama sekaligus dijadikan tempat uji coba.
"Yang harus dipastikan kelancaran distribusi barangnya, tidak kurang dan tidak telat, ini yang kita harapkan ICMI bisa menjamin itu,” kata Meika.
Keberadaan Warung Rakyat, Meika menuturkan, juga didukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Nantinya, ucap Meika, yang menjadi pemilik warung adalah seorang Mustahik.
“Sehingga dia juga bisa memiliki bisnis dan ekonominya lebih bagus. Jadi intinya tidak dikuasai perdagangan retail oleh konglomerasi,” ujar Meika.
(SYH/CR)