Home / Media / Siaran Pers / Icmi Karya Intelektual Islam Pengaruhi Dunia Dan Diakui

?ICMI: Karya Intelektual Islam Pengaruhi Dunia dan Diakui


Posted on Kamis, 3 Ags 2017 10:07 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) – Kontribusi intelektual Islam dalam ikut memajukan bangsa Indonesia memiliki arti yang amat penting. Patut diakui, karya para intelektual Islam hingga kini masih terasa.

Bahkan, kata Ketua Koordinasi Pendidikan, SDM, dan Pemberdayaan Potensi SDI Senior ICMI Prof DR Arma’i Arif, karya tersebut sampai diakui berpengaruh di dunia.

Khusus untuk kalangan intelektual Islam asal Indonesia, ujar Arma'i, sama halnya telah berupaya mengharumkan nama bangsa Indonesia, seperti melalui riset pengkajian dan khazanah keislaman.

“Sebuat saja Harun Nasution, Azyumardi Azra, Nurchlis Madjid, Komaruddin Hidayat, Jimly Assidiqie dan tokoh muslim lainnya yang sudah memberikan kontribusi keilmuannya dalam bentuk riset-riset pengakajian dan keislaman,” kata Arma'i kepada ICMI Media, Kamis (3/8).

Arma'i menyarankan, jika Islam ingin kembali menjadi sumber sains dunia maka perlu ada investasi besar untuk mendidik masyarakat dan membangun berbagai lembaganya.

“Pemerintahnya harus memberi kebebasan pada rakyatnya untuk bertanya dan melakukan inovasi. Sains juga tak boleh digunakan untuk menyerang hak seseorang beragama,” Arma'i menuturkan. (SYH/CR)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler