ICMI: Kebinekaan Indonesia Adalah Kenyataan Hidup
Posted on Senin, 23 Jan 2017 09:07 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie berpendapat, kebinekaan tidak bisa dihilangkan di Indonesia, sehingga diperlukan pengelolaan, semangat kerukunan dan pembauran untuk menjaganya.
"Kami sampaikan kebinekaan adalah kenyataan hidup bagi bangsa kita sehingga tidak kekuatan apapun bisa menghilangkan ciri keindonesiaan kita yang pluralistis," kata Jimly Asshiddiqie dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (23/1).
Dikutip dari laman Beritasatu.com, Jimly bersama sejumlah fungsionaris ICMI antara lain Wakil Ketua Umum ICMI yang juga politikus Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Ilham Akbar Habibie, Sugiharto yang juga mantan Menteri BUMN serta Sekretaris Jenderal ICMI yang juga politikus Partai Demokrat Jafar Hafsah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Merdeka.
"Pada saat yang sama, sulit bagi kita berharap tidak ada masalah dalam pengelolaan kebinekaan itu. tetapi yang penting suasana sekarang ini kita kelola dengan tepat apalagi suasananya ini menjelang Pilkada. Mudah-mudahan sesudah Pilkada selesai, gejolak antipluralitas, tidak berlanjut. Jangan sampai masing-masing kelompok ditekan, sehingga menyulitkan upaya membangun kerukunan. Pembauran dan kerukunan menjadi kunci," tambah Jimly.
Jimly mengungkapkan bahwa Presiden memahami ada masalah kesenjangan sosial yang menjadi salah satu faktor pemicu gerakan antipluralitas.
"Presiden sangat merespons isu kesenjangan sosial. Ini menjadi warna yang menyentakkan, dan baik peristiwa 212 maupun sebelumnya juga mengingatkan semua pihak bahwa ada masalah kesenjangan sosial," katanya.
ICMI, menurut Jimly, menyambut agenda dan kesungguhan pemerintah termasuk program-program pengentasan dari kesenjangan sosial yang sudah maupun yang akan dikerjakan pada masa mendatang.
Mengenai kegiatan ICMI, Jimly mengatakan akan ada pembentukan bank wakaf ventura sebagai motor ekonomi bagi organisasi masyarakat (ormas) Islam.
"Akan dibentuk suatu bank wakaf ventura yang bisa menjadi motor penggerak motor ekonomi dengan bekerja sama dengan semua ormas Islam. Kita harapkan dapat membantu ormas-ormas Islam dan didukung sekolah kewirausahaan yang akan segera di-follow up dengan beberapa menteri," jelas Jimly.
ICMI juga berencana membuat forum harmoni keagamaan yang merangkul berbagai cendekiawan lintas agama.
"Terakhir, menyampaikan pentingnya forum kerukungan umat beragama, saat ini sedang dibahas religious harmony forum yang akan dikembangkan seperti 'Bali Democracy Forum'," katanya.
Ia menambahkan, kemungkinan (akan dilaksanakan) di Toba (Sumatera Utara) dan akan dibahas lebih detail dengan semua ormas nasional dan semua menteri.
"Tapi secara umum Jokowi antusias dan kita juga berjanji akan terus memberi masukan kepada Presiden sepanjang berguna bagi bangsa dan negara," kata Jimly.
Ia juga mengingatkan umat muslim dan nonmuslim untuk mewaspadai berita-berita yang beredar, dengan membedakan mana berita asli dan palsu (hoax).
"Kita baru hidup di dunia baru ini ada WA (WhatsApp). Beberapa tahun lalu belum ada. Sekarang banyak sekali teknologi, dan tiba-tiba ada berita empat tahun lalu dimunculkan lagi. Mohon semua masyarakat dalam menerima segala macam berita berhati-hati dan jangan mau diadu domba," jelas Jimly.
Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang mendukung kebebasan berpendapat (freedom of speech), tapi bukan terhadap ujaran kebencian (hate speech).
"Kita dorong petugas yang bertanggungjawab menertibkan spanduk yang menyebar saling benci. Kita negara bebas tapi batasnya freedom of speech, bukan hate speech, bukan animosity (kebencian), permusuhan, dan dalam agama itu juga dilarang," tegas Jimly.*** (T/CH)
Tags :