Home / Media / Siaran Pers / Icmi Minta Mk Semakin Profesional Dan Perkokoh Kepercayaan Masyarakat

?ICMI Minta MK Semakin Profesional dan Perkokoh Kepercayaan Masyarakat


Posted on Kamis, 10 Ags 2017 10:57 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) – ICMI menganggap momentum dilaksanakannya simposium Mahkamah Konstitusi (MK) se-Asia yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, 9-10 Agustus 2017, dapat menjadi pendorong masyarakat agar semakin maju. 

Ditambah lagi Indonesia merupakan negara demokrasi konstitusional nomor tiga di dunia.

“Sebagai negara demokrasi konstitusional terbesar ketiga di dunia dan sistem peradilan konstitusi terpusat di MK, Indonesia adalah negara terbesar di Asia, sehingga pantas menjadi rujukan negara di dunia,” ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie kepada ICMI Media, Kamis (10/8).

Menurut Jimly, UUD 1945 adalah konstitusi pembebasan yang melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. Oleh sebab itu semangat konstitusi pembebasan harus terus disadari dan diwujudkan dalam praktiknya.

“Tantangan sekarang MK adalah menuntaskan upaya mengembalikan dan memperkokoh kepercayaan masyarakat. Kedua menghadapi tantangan Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu Pilpres serentak 2019. MK harus berbenah diri dan semakin profesional,” kata Jimly.

Tak ketinggalan ICMI, melalui Jimly, mengucapkan rasa syukur dan bangganya dengan terpilihnya Indonesia menjadi Sekretariat Tetap  Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia (AACC).

MK Indonesia pernah terpilih menjadi Presiden AACC periode 2014-2016. Sebelumnya Presiden AACC dijabat oleh pihak MK Korea Selatan tahun 2010-2012 dan Turki periode 2012-2014. (SYH/CR)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler