Home / Media / Siaran Pers / Icmi Oki Perlu Diskusikan Kalender Islam Global

ICMI: OKI Perlu Diskusikan Kalender Islam Global


Posted on Senin, 14 Sep 2015 07:08 WIB


ICMI: OKI Perlu Diskusikan Kalender Islam Global

Allah Esa, ummat Islam satu, kiblat juga satu, termasuk kiblat waktu

Jakarta, (ICMI Media) - Menyikapi perbedaan dalam perbedaan keputusan waktu hari raya, Ketua Dewan Penasehat ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), Prof. Dr. Jimly Asshiddqie, menyatakan perlu adanya diskusi soal kalendar Islam secara global terpadu oleh OKI. "Hal itu perlu diberlakukan oleh global governance melalui mekanisme OKI yang didukung oleh semua negara anggota," kata Jimly kepada ICMI Media melalui Whatsapp pada Senin (14/9). Menurut Jimly, untuk kiblat waktunya cukup di Mekkah saja dengan perbedaan yang sudah terstandarisasi secara global. "Allah Esa, ummat Islam satu, kiblat juga satu, termasuk kiblat waktu," tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Dalam pandangannya, meskipun semua metode yang telah diwarisi pendahulu sudah berjasa di masa lalu, tetapi sudah pasti tidak mungkin mempersatukan kalendar di era globalisasi ini, tentu harus dikoreksi dg metode baru dengan bantuan ICT mutakhir. "Test case (contoh kasus) yang paling rasional untuk penyatuan kiblat waktu ini adalah wukuf di 'Arafah di musim haji ini. Dengan jarak waktu Arafah atau Mekkah dengan Jakarta sudah sangat pasti, masa harus diubah jadi 24 jam atau lebih (atau ada yg sampai 2 hari) hanya karena ingin konsisten dengan pilihan metode warisan sejarah," pungkas Jimly. ***Imam/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler