Home / Media / Siaran Pers / Icmi Pemimpin Yang Merakyat Adalah Pemimpin Bagi Semua Golongan

ICMI: Pemimpin yang Merakyat adalah Pemimpin Bagi Semua Golongan


Posted on Jumat, 9 Des 2016 10:29 WIB


ICMI: Pemimpin yang Merakyat adalah Pemimpin Bagi Semua Golongan

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, sekali dipercaya menjadi pemimpin ditingkat manapun, jadilah pemimpin untuk semua. Karena pemimpin yang merakyat adalah pemimpin untuk semua golongan dan lapisan masyarakat.

"Rakyat dalam perspektif lima tahunan dan rakyat dalam perspektif 'day-to -day politic' adalah kita semua," kata Jimly saat memberikan sambutan di acara pembukaan Silaturahmi Kerjas Nasional (Silaknas) ICMI, di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta, Kamis (8/12) malam.

Jimly menyebutkan, olehs= sebab itu disamping anak jalanan dan mereka yang hidup dikolong-kolong jembatan, kelompok kelas penengah penentu pendapat umum juga sangat penting dan malah justru lebih menentukan dalam dinamika politik sehari-sehari.

"Semua pasti ingin dekat, mendekat dan didekati oleh pemimpin, serta berharap bahwa para pemimpin tidak memilih-milih dalam berteman," katanya.

Pihaknya meminta untuk kembali mengembangkan sistem dan budaya kepemimpinan yang berwatak Pancasila yang sejati dengan menanamkan dan mempraktikkan sikap saling toleran saling hormat-menghormati di antara sesama anak bangsa.

"Jangan memimpin dengan cara otoriter, mau menang sendiri, apalagi dengan cara-cara berkomunikasi yang menimbulkan kebencian dan permusahan dalam kehidupan bersama," ujarnya.

Ia juga  mengatakan, toleransi dan kerukunan juga diperlukan sebabagai lahan subur bagi berkembangnya kreatifitas dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Tradisi ilmiah sangat diperlukan dalam upaya menggerakan kemajuan peradaban bangsa. Oleh sebab itu sikap kritis sebagai salah salah satu sikap ilmiah perlu dipelihara dalam kehidupan bangsa kita," katanya.

Pihaknya mengatakan, sikap kritis tersebut harus secara objektif yang diarahkan kepada isu kebijakan, bukan kritik subjektif yang menyerang pribadi pemimpin, apalagi dengan motif untuk menjatuhkan.

"Kita sedang membangun tradisi demokrasi yang sehat. Karena itu kita harus menolak cara-cara inkonstitusional untuk menjatuhkan presiden," katanya menegaskan.

Pada kesempatan yang sama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, peran cendekiawan sangat penting untuk merah masa depan yang lebih baik.

Pihaknya mendorong para anggota ICMI untuk ikut serta memajukan bangsa, apalagi sataa ini Indonesia dan dunia Islam sedang menghadapi berbagai tantangan.

Acara ini bukan saja sebagai ajangan Silaturahmi Nasional ICMI, namun juga memuat milad ICMI ke-26 dan peluncuran sekolah pemimpin nasional angkatan pertama.

Pada acara pembukaan Silaknas ICMI itu juga dilaksankan MoU antara ICMI dengan Kedutaan Besar Arab Saudi, Bank Rakyat Indonesia (BRI), MAI dan APCX, dan Yayasan Abdi Bangsa ICMI, Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar dan PT. Bahtera Grup.

Hadir dalam acara silaknas, yaitu; Wakil Presiden RI yang juga ketua Dewan Penasehat ICMI M. Jusuf Kalla; Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar ICMI Zulkifli Hasan; Menteri Agama RI yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar Lukman Hakim Saifuddin, Anggota DPR-DPD RI dan Para pengurus ICMI baik dari pusat, Orwil, Orda dan Orsat.*** (L/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler