Posted on Kamis, 26 Okt 2017 10:42 WIB
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Jakarta (ICMI Media) - ICMI beranggapan, ijtihad yang dimiliki para pendiri bangsa Indonesia merupakan contoh sikap keteladanan. Salah satunya, keberanian menolak mengikuti segala keinginan Belanda.
“Pendiri negara itu intelektual didikan Belanda. Tapi mereka tidak mau ikut Belanda. Banyak baca buku Belanda juga tidak mau ikut Belanda,” kata anggota Dewan Pakar ICMI Prof DR Anwar Arifin pada pengukuhan pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI yang bertema Memperkukuh Keadilan dan Kedaulatan Rakyat, di Jakarta, Rabu (25/10).
Anwar juga memuji para pemimpin bangsa Indonesia yang tambil beda dalam menetapkan ideologi negara. Saat negara lain memilih ideologi liberal, kapitalis, sosialis hingga komunis, Indonesia justru membuat ideologi Pancasila.
“Saat pidato di PBB, Presiden Sukarno mengatakan kalau Indonesia memilih ideologi Pancasila karena hanya Pancasila yang cocok dan sesuai dengan keadaan bangsa,” kata Anwar.
Selain itu, ucap Anwar, Bung Hatta adalah tokoh yang mempopulerkan kata kedaulatan rakyat. Kedaulatan berasal dari bahasa Arab yang berarti kegembalaan.
Menurut Anwar, secara filosofis bermakna seseorang yang memimpin gembalannya. Maka dari itu, sosok gembala juga adalah pelindung.
“Jadi konsep gembala ini yang masuk ke dalam UU kita. Maka kita memiliki ciri khas sendiri. Ini keunikan pendiri Republik, mencoba menyatukan konsep beberapa dunia menjadi satu konsep,” ujar Anwar (SYH/CR)