Home / Media / Siaran Pers / Icmi Polisi Jangan Berlarutlarut Dan Novel Harus Kooperatif

?ICMI: Polisi Jangan Berlarut-larut dan Novel Harus Kooperatif


Posted on Selasa, 1 Ags 2017 23:18 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) – Mekanisme penyelidikan dianggap menjadi salah satu kendala pihak kepolisian mengungkap kasus kekerasan yang dialami Penyidik KPK Novel Baswedan. Aturan penyelidikan yang berbelit hingga membuat geram Presiden Joko Widodo.

“Kelihatan dengan prosedur standar ini tidak cukup cepat. Oleh karena itu Presiden menugaskan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian segera menyelesaikan kasus Novel Baswedan,” ujar Ketua Koordinasi Hukum, Advokasi, HAM, dan Lingkungan Hidup ICMI Ifdhal Kasim kepada ICMI Media, Selasa (1/8).

Menurut Ifdhal, saat ini Polri memang menjadi sorotan publik. Publik menilai Polri seolah menunda penyelidikan kasus teror Novel Baswedan. Guna memupus anggapan tersebut, ucap Ifdhal, Polri perlu segera mengungkap kasusnya.

Hal lain yang disampaikan Ifdhal adalah perlunya Novel Baswedan bersikap kooperatif dengan tim investigasi gabungan Polri dan KPK untuk menuntaskan kasus kekerasan dialaminya.

“Untuk mempercepat proses penyelesaian kasus Novel Baswedan dan supaya bisa diungkap dengan baik, maka Novel diminta untuk lebih kooperatif,” Ifdhal menuturkan.

Terkait kinerja tim investigasi gabungan Polri dan KPK, Ifdhal mengimbau agar bertindak berimbang menelusuri kebenarannya dan jangan hanya mempercayai keterangan satu sumber.

“Jadi banyak sumber yang semua harus diklarifikasi dan ditelurusi oleh tim. Tidak semua informasi yang diberikan itu disikapi secara benar,” ungkap Ifdhal.

Novel Baswedan mengalami tindak kekerasan penyiraman air keras ke wajahnya ketika usai melaksanakan ibadah sholat subuh di sekitar kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April lalu.

Peristiwa tersebut menuntut kepolisian agar menguak siapa pelaku kekerasan Novel yang kini masih menjalani tahap pemulihan kesehatan mata.

Namun, hingga kini kepolisian masih belum menemukan pelaku kekerasan kepada Novel Baswedan. Hal ini memicu Presiden memanggil Tito Karnavian guna meminta kasus kekerasan Novel Baswedan tidak berlarut-larut. (SYH/CR)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler