Posted on Kamis, 8 Okt 2015 16:24 WIB
Kalau sudah mengkonsumsi Miras, nanti akan menyusul kontaminasi hal merusak lainnya seperti rokok, seks bebas dan sebagainya yang merusak moral
Jakarta, (ICMI Media) - Sekretaris Jenderal ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), Dr. Ir. Muhammad Taufik, mengatakan bahwa resiko relaksasi aturan Miras (minuman keras beralkohol-red) dengan menyerahkan kebijakan itu pada Pemda dianggap beresiko tinggi, khususnya pada moralitas generasi muda Indonesia.
"Relaksasi aturan miras ini jelas mengandung resiko tinggi, khususnya bagi moralitas pemuda kita," ujar Taufik saat dtemui ICMI Media pada Kamis (8/10) di Kantornya, jalan Rasuna Said, Jakarta.
Bagi Taufik, secara pribadi dirinya setuju bila miras dilarang di seluruh Indonesia. Pasalnya, relaksasi itu akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengkonsumsi barang-barang yang bisa merusak moral mereka.
"Kalau sudah mengkonsumsi Miras, nanti akan menyusul kontaminasi hal merusak lainnya seperti rokok, seks bebas dan sebagainya yang merusak moral," tegas Taufik.
Menurutnya, jika aturan miras itu diserahkan ke daerah jadinya bersifat relatif. "Kan tergantung daerahnya, ada yang mayoritas muslim dia akan bisa menolak adanya penjualan miras itu. Tapi bagi daerah yang mayoritas non muslim, maka dia bisa menerima adanya penjualan miras," terang Taufik.
Namun, Taufik menegaskan bahwa yang harus dijaga dalam soal Miras ini adalah generasi muda. "Kita harus jaga betul, jangan sampai mereka terkontaminasi hal-hal yang bisa merusak moralnya seperti miras ini," kata Taufik.
Meski diakui kondisi ekonomi negara saat ini sedang sulit, namun hal itu bukan pembenaran bagi orang mendapatkan penghasilan dari sumber yang kurang baik.
"Kita tak boleh sekedar berharap mendapatkan pajak dari miras, tapi membiarkan moralitas bangsa terancam. Lebih baik lapar sedikit tapi moralitas aman, daripada generasi muda rusak akibat dibiarkan mengkonsumsi miras," tandasnya.
Taufik menambahkan, bahwa dalam kondisi sesulit apapun moral harus tetap dijaga. "Jangan hanya karena ekonomi sedang sulit, lalu kita boleh melakukan kecurangan dan hal-hal yang negatif," katanya.
Karenanya, Taufik mengharapkan nantinya Organisasi Wilayah (Orwil) dan Organisasi Daerah (Orda) ICMI bisa ikut melakukan advokasi kepada Pemda terkait relaksasi miras ini.
"Kita jaga, jangan sampai miras yang jelas membahayakan itu betul-betul mengancam moralitas generasi muda kita," pungkas Taufik. ***L/IS/R1