Posted on Kamis, 21 Mei 2015 03:22 WIB
Kasihan mereka, sudah usaha dan kiosnya ludes tapi utang ke kreditor masih ada
Semarang, (ICMI Media) - Dewan Pakar ICMI (ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Aries Muftie menemui pengurus pedagang eks-Pasar Johar guna mencari solusi bagi sekitar 7.000 lebih pedagang yang usahanya terhenti akibat musibah kebakaran yang memusnahkan kios mereka.
"Kasihan mereka, sudah usaha dan kiosnya ludes tapi utang ke kreditor masih ada," kata Aries kepada ICMI Media, Rabu Malam (20/5) di Semarang melalui pesan pribadinya.
Ketua Absindo ini juga mengatakan, kedatangannya menemui mereka adalah untuk memberikan motivasi dan mengarahkan mereka untuk kembali bangkit membangun pasar tersebut.
"Caranya ya dengan mencarikan lokasi sementara, bernegosiasi dengan kreditor untuk restruktursasi hutang serta raising fund pembiayaan bagi kembalinya usaha mereka," ujar Aries.
Menurutnya, saat ini kondisi mereka dari sisi permodalan sangat memprihatinkan. "Tak ada bank yang mau memberikan pinjaman bagi orang yang kena musibah, kami mohon doa agar ini dimudahkan," tegas Aries.
Ia sangat menyayangkan, pedagang muslim yang hidup di negara mayoritas muslim tapi justeru tak berdaya.
OJK bantu pastikan tambahan kredit
Sementara itu, menyikapi kesulitan yang dialami para pedagang pasar Johar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran mendapatkan tambahan kredit dari bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) yang selama ini telah menyalurkan kredit kepada mereka, seperti dilaporkan Tempo pada Rabu (20/5).
"Perbankan dan BPR yang sudah memberikan pinjaman kepada para pedagang Pasar Johar telah mengeluarkan kebijakan, yaitu dapat memberikan tambahan kredit," kata Ketua OJK Kantor Regional IV Santoso Wibowo di Semarang, Rabu, 20 Mei 2015.
Selain itu, bank umum dan BPR sudah mulai melakukan penjadwalan ulang pengembalian kredit. "Saat ini masing-masing bank bertemu dengan para nasabah, tujuannya untuk menambah kredit dan memperpanjang pengembalian kredit tersebut," katanya.
Menurut Santoso, bank umum yang paling banyak memberikan pinjaman kepada para pedagang di Pasar Johar yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, dan Bank Rakyat Indonesia. Adapun sejumlah BPR memberikan pinjaman total lebih dari Rp 3 miliar.
"Total kredit yang sudah disalurkan oleh perbankan dan BPR kepada para pedagang sebelum kebakaran pasar mencapai Rp 97 miliar dengan total nasabah 1.175 pedagang," katanya. "Kredit itu disalurkan oleh 30 bank umum dan 19 BPR."
Santoso mengatakan pihaknya memastikan tidak akan ada penghapusan kredit karena kebakaran pasar tersebut bukan merupakan bencana alam. Bahkan jaminan pinjaman tetap berlaku baik yang berupa rumah maupun toko.
"Meskipun toko atau kios mereka terbakar, kan nantinya mereka tetap memperoleh ganti, jadi jaminan tersebut tetap berlaku," katanya. (Imam)
Sumber : ICMI Media