Posted on Selasa, 4 Apr 2017 05:20 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel, Aris Munandar membeberkan tantangan bagi program 18 Revolusi Pendidikan di Kota Makassar. Dia menunjukan data permasalahan terkait pendidikan khususnya di internal sekolah, seperti bangunan yang mengalami rusak ringan.
“Ini beberapa tahun lalu, kalau untuk tahun ini saya belum sempat meneliti. Bayangkan data yang kami dapatkan setelah melakukan riset, ada sekitar 1.946 gedung sekolah rusak ringan dan sekitar 139 gedung sekolah dalam kategori rusak berat,” kata Aris Munandar, kemarin.
Kemudian, lanjut dia, sekitar 60 Sekolah Dasar (SD) yang tidak memiliki perpustakaan dan baru sebesar 6 persen memiliki laboratorium. Padahal, menurutnya, standar sarana dan prasarana berdasarkan peraturan, setiap sekolah itu harus memiliki perpustakaan dan laboratorium.
Aris menjelaskan bahwa salah satu variabel keberhasilan pendidikan yakni berapa besar APBD untuk pendidikan. Sehingga ada keberimbangan antara kualitas pendidikan dan anggaran yang dikeluarkan.
Selanjutnya, Arismunandar menambahkan, bahwa porsi pendidikan dari APBN itu sekitar Rp300 miliar per tahun untuk tunjangan kompetensi guru. “Jadi sangat miris kalau tidak sebanding dengan kualitas guru,” sebutnya.
Dikutip dari laman Fajar.co.id, sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar H. Ibrahim. S, menjelaskan 18 revolusi pendidikan ini tidak ada permasalahan. “Misalnya penerapan revolusi pendidikan satu anak 3 pohon, saya kira tidak ada permasalahan, satu anak 3 pohon memilik arti bahwa anak harus memahami bahwa pohon itu memiliki manfaat sangat penting dalam kehidupan kita,” terangnya.
Ibrahim menambahkan poin kedua yang perlu perhatian yakni satu sekolah dua kelas inovasi. Dimana poin ini menuntut sekolah memberikan kelas yang layak untuk mengajar, sudah dilengkapi dengan peralatan yang mampu memberikan pengajaran yang optimal kepada muridnya.
“Poin ini kepala sekolah dan guru kelas bagi tingkat sekolah dasar dituntut berinovasi, bagaimana mereka menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk mengajar dan mengayomi seluruh murid-muridnya untuk menciptakan kelas inovasi,”tutupnya.*** (T/CH)