Posted on Jumat, 4 Sep 2015 01:15 WIB
pertemuan itu sangat tidak etis karena posisinya sebagai ketua DPR yang mewakili negara
Jakarta, (ICMI Media) - Imam Masjid dan Islamic Center di New York, Shamsi Ali menyayangkan pertemuan yang terjadi antara Ketua DPR RI, Setya Novanto dengan Pengusaha Kaya Donald Trump, dalam kampanye Calon Presiden AS dari Partai Republik itu.
"Saya sayangkan Ketua DPR bertemu dengan Donald Trump, apalagi dalam acara kampanyenya," ujar Shamsi Ali dalam diskusi di grup Whatsapp ICMI pada Jumat dinihari (4/9).
Imam Masjid asal Indonesia itu menilai, pertemuan itu sangat tidak etis karena posisinya sebagai ketua DPR yang mewakili negara. "Dan negara tidak etis mendukung salah satu calon, apalagi menghadiri acara kampanye," lanjut Shamsi.
Alasan kedua, Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI diterima tidak lebih dari 3 menit untuk sekedar memperlihatkan muka di depan panggung. Hal tersebut menurut Shamsi, sungguh merendahkan martabat bangsa dan negara untuk sekedar tersenyum di depan publik Amerika pendukung Donald Trump.
"Yang ketiga, menandakan tidak adanya jalan lain untuk mengatakan bahwa pejabat kita memang sedang keluar negeri untuk sebuah perjalanan dinas. Terus terang, saat ini ada banyak anggota DPR ke ke AS justeru di saat Congress sedang reses (liburan). Mereka lebih banyak menghabiskan waktu jalan-jalan dan belanja," ungkap Shamsi dalam pesannya itu.
Terlebih, Donald Trump dikenal figur yang sangat rasis dan anti Imigran secara umum, Islam secara khusus. Shamsi berharap, agar ketua DPR tahu hal seperti itu.
"Di saat bangsa ini menghadapi kesulitan ekonomi dengan jatuhnya harga rupiah, seharusnya pejabat negara kita semakin sensitif. Kita sadar anggaran itu ada untuk dipakai jalan. Tapi minimal ada rasa solidaritas untuk tidak memakai anggaran pada hal-hal yang tidak penting di saat rakyat menggeliat dalam kesulitan," tegas Shamsi. ***Imam/R1