Home / Media / Siaran Pers / Indonesia Pererat Kerjasama Tarik Investor Saudi

Indonesia Pererat Kerjasama Tarik Investor Saudi


Posted on Minggu, 13 Sep 2015 00:35 WIB


Indonesia Pererat Kerjasama Tarik Investor Saudi

Pemilihan Arab Saudi ini, karena negara yang memiliki kedekatan sejak lama dengan Indonesia, diyakini akan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

Jeddah, (ICMI Media)- Presiden Jokowi menjadikan Arab Saudi sebagai negara di kawasan Teluk yang pertama kali dikunjungi Presiden Joko Widodo sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. 

Pemilihan Arab Saudi ini,  karena negara yang memiliki kedekatan sejak lama dengan Indonesia, diyakini akan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. 

"Indonesia saat ini berkonsentarsi pada pembangunan infrastruktur," ucap Presiden melalui Tim Komunikasi Kepresidenan pada Indonesia - Saudi Arabia Business and Investment Forum di Hotel Crowne Plaza, Sabtu (12/9) Jeddah, Arab Saudi.

Dalam pertemuan yang dihadiri para pengusaha kedua negara yang tergabung dalam Kamar Dagang Industri, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun pelabuhan, bandar udara, jalan tol, jalan antar provinsi, bendungan dan pembangkit listrik 35.000 MW, serta pengembangan transportasi massal di 23 kota besar.

"Tentu anggaran belanja negara kita tidak cukup untuk membangun ini semua, karena itu, kita undang investor, terutama dari saudara kami, Arab Saudi," ucap Presiden.

Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dalam pertemuan dirinya dan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan.

"Kesepakatan tadi akan ditindaklanjuti dengan menteri dari Pemerimtah Indonesia dan menteri dari Pemerintah Kerajaaan Arab Saudi," kata Presiden. 

Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. 

"Komunikasi akan terus dilakukan untuk mengimplementasikan semua yang telah disepakati," kata Presiden.

Presiden menggarisbawahi bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 250 juta jiwa dan memiliki lebih dari 17.000 pulau.

"Ini adalah sebuah potensi investasi," ucap Presiden.***imam/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler