Home / Media / Siaran Pers / Indonesia Perlu Siapkan Pasukan Perang Digital Yang Kuat

?Indonesia Perlu Siapkan Pasukan Perang Digital yang Kuat


Posted on Selasa, 23 Mei 2017 14:31 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Jakarta, (ICMI Media) - Bangsa Indonesia jangan segera merasa nyaman dan tenang setelah ditemukannya inovasi teknologi MalwareTech sebagai penangkal virus Ransomware WannaCry yang sempat mengganggu jaringan data 90 negara, termasuk Indonesia.

Menurut Sekretaris Dewan Pakar ICMI Prof DR Teuku Abdullah Sanny, melalui catatannya yang diperoleh ICMI Media beberapa waktu lalu, patut disadari bahwa teknologi software tersebut merupakan produksi dari selatan Inggris.

Sebaliknya, ujar Sanny, bangsa Indonesia jangan sekadar mengandalkan keajaiban dari negara luar. Sanny beranggapan, sebab menyangkut kredibiltas dan kedaulatan negara. 

"Sudah semestinya dalam perang semesta dunia maya ini kita punya pasukan tentara dunia maya yang kuat. Zaman kita saat ini sudah benar-benar hidup dalam dunia maya. Hampir, khususnya tidak ada orang kota, yang tidak masuk virtual world," tutur Sanny. 

Sanny menyatakan, hampir tidak mungkin kondisi saat ini menghindar dari dunia maya. Dunia maya, ucap Sanny, mampu membuat kehidupan realita yang nyaman dan cepat berada di dalamnya. 

"Walaupun sebagian kecil orang menyatakan sebaliknya. Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa hidup bermain dalam dunia maya ini banyak cyber crime. Banyak juga orang jahat yang ingin mengambil opportunity di dunia maya ini, pemerasan dalam dunia maya sudah terjadi," kata Sanny.

Menyikapi itu semua, Sanny berpendapat, sudah saatnya Indonesia membangun cyber security yang kuat, membangun keamanan cyber profesional untuk menghadapi cyber war. 

"Ini suatu keprihatinan nasional. Semoga memberikan kesadaran dan pencerahan baru hidup dalam dunia maya," ujar Sanny.

Belum lama ini sistem teknologi Indonesia dikejutkan dengan munculnya virus WannaCry yang mampu menembus dan merusak data perorangan maupun instansi.

Akibatnya, para pelaku kejahatan teknologi tersebut berhasil memeras kocek korbannya hingga jutaan agar dapat menstabilkan kembali datanya yang rusak.*** (L/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler