Posted on Kamis, 11 Jun 2015 05:12 WIB
bukan bermaksud untuk memberikan tanggapan atas ucapan Pak Wapres
Jakarta, (ICMI Media) - Ulama Kondang yang juga anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan melalui akun Twitter di @Yusuf_Mansur, soal masa kecilnya yang termotivasi justeru dari suara pengajian yang berasal dari speaker masjid dan musholla.
"Ini cuma curahan hati saja, bukan bermaksud untuk memberikan tanggapan atas ucapan Pak Wapres," kata Ustadz Yusuf Mansur menjelaskan kepada ICMI Media melalui jejaring sosial pada Kamis (11/6).
Dalam cuitannya di Twitter, Ia mengatakan bahwa bila al Qur'an diperdengarkan, maka ada satu orang saja yang berubah serta lalu termotivasi, maka pahalanya untuk yang memperdengarkan Al Qur'an itu.
"Saya tidak tahu siapa yang memutar kaset Muammar ZA di masjid. Saban mau jelang maghrib di bulan puasa. Juga jelang Jum'atan. Juga di jelang shubuh," katanya lagi.
Karena usianya ketika itu masih delapan tahun, ia langsung termotivasi mencari rekaman kaset untuk diperdengarkan agar bisa seperti Ustaz Muammar ZA. "Saya merengek minta dibeliin Sonny, Polytron, atau Aiwa. Supaya bisa nyetel kaset Muammar ZA. Saya jadiin bantal itu tape recorder. Saking pengen bisanya," katanya dengan gaya khasnya.
Ustaz Yusuf Mansur membayangkan, kelak ketika sudah dewasa, suara pengajiannyalah yang banyak didengar orang, melalui speaker masjid. "Lalu dengan izin Allah, saya ada di posisi sekarang ini... Suara saya didengar Indonesia... Bahkan dunia... dan tidak banyak yang tahu... bahwa saya jadi begini, sebab kaset Muammar ZA yang diputar di masjid. Sedang saya tidak tahu sampai sekarang, siapa yang sebenarnya memutar kaset itu."
Inilah selengkapnya lanjutan dari kicauannya:
Knp Pak Mamat? Sbb tape recorder lama pernah saya liat ada di kamat merbotnya. Saat distel, mik buat azan didekatkan ke tape recorder itu.
Merbot masjid al Mansur saat itu banyak. Kemungkinan bsr yg nyetel adalah Pak Mamat. Almarhum skrng ini beliau.
Saya saat kecil, ga berani masuk ke ruang merbot. Kamar merbot, bagi saya saat kecil, layak kamar imam. Terasa sakral.
Saat ini, Pak Mamat, jg semua merbot, yg notabene tdk sebaik&seindah kalo Muammar ZA mengaji lwt kaset yg dibrodkes Speaker Masjid &pastinya bukan Pak Mamat&merbot2 lain yg ngaji, sbb sdh pasti itu adalah kaset. Beliau2 yg nyetel, akan dpt pahalanya...
Sbb di antaranya, suara itu sdh menggugah Yusuf Mansur. Lalu Yusuf Mansur itu brproses menjadi Muammar ZA. Seperti cita2nya sejak kecil...
Saya, dg segala lantunan Qur'an saya... Berhutang pada speaker masjid... Kaset2 ngaji yg dibrodkes dari masjid... &Para penyetelnya...
Belom lagi kisah distelnya suara ceramah almarhum KH. Zainuddin MZ... Juga dari toa2 masjid... Ikut membentuk cita2 Yusuf Mansur muda...
Aaahhh... Kelewat banyak hutang saya. Pd speaker masjid, pd kaset2 ngaji, &kaset2 tausiyah, yg diperdengarkan dari masjid...
Saya rindu itu semua...
Kalo dah dtg rasa rindu, rasa kangen, suka netes air mata... Saat ini, udah semakin banyak masjid yg ga berani lagi nyetel kaset2 itu...
Apalagi nanti... Di malam2 Ramadhan... Bahkan di malam takbiran... Semua bakal sunyi senyap... Mdh2an tidak... Saya rindu suara2 itu...
Diakhir kicauannya, Ustadz Yusuf Mansur menutupnya dengan permohonan maaf bagi siapa saja yang merasa terganggu oleh suara pengajian di Masjid dan Mushollah.
"Maafkan masjid-masjid, maafkan surau-surau, maafkan langgar-langgar, jika suara-suara kaset, ataupun suara-suara asli, terasa mengganggu," pungkasnya dalam akun itu.***Imam/R1