Posted on Selasa, 22 Sep 2015 05:35 WIB
Hingga saat ini peminat investasi syariah mencapai 40% dari sekitar 11.600 investor di DIY
Jakarta, (ICMI Media) - Indonesia sebagai negara mayoritas beragama muslim, sejatinya industri pasar modal syariah sudah berkembang pesat.
Namun faktanya, kondisi tersebut masih jauh dari harapan dan bahkan pengembangan pasar modal syariah belum digarap optimal sehingga penetrasi pasar masih rendah ketimbang dengan negara tetangga.
Melihat kondisi tersebut, menjadi keprihatinan bagi Irfan Noor Riza, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, dirinya akan terus mengenalkan dan mengembangkan pasar modal syariah di Yogyakarta. Apalagi, dirinya juga menyakini, potensi pengembangan investasi syariah di daerah itu cukup tinggi seiring dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat setempat.”Hingga saat ini peminat investasi syariah mencapai 40% dari sekitar 11.600 investor di DIY," ungkapnya di Yogyakarta, kemarin.
Menurut Irfan, potensi terus berkembangnya peminat investasi reksadana syariah di DIY terlihat, menyusul banyaknya masyarakat atau calon investor yang mulai menanyakan keberadaan saham syariah di daerah."Karena ada yang ingin investasi, tapi belum yakin dengan investasi reguler. Setelah mengetahui adanya investasi syariah peminatnya justru banyak," kata dia.
Irfan menjelaskan investasi syariah bukan berpatokan pada mekanisme penanaman modalnya. Investasi syariah, pada dasarnya berkaitan dengan pemilihan saham yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan yang pengelolaan produknya berdasarkan prinsip syariah.
Menurut dia, hingga saat ini terdapat 300 saham syariah yang telah terseleksi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan masuk dalam daftar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di BEI."Sudah ada pilihan yang mengacu prinsip syariah, investor tinggal memilih mana produk yang halal," kata dia.
Sementara itu, Irfan menyebutkan pertumbuhan investor pasar modal, khususnya untuk sektor reksa dana di DIY terus berkembang pesat. Setiap bulan jumlahnya selalu bertumbuh rata-rata 300-400 investor."Karena potensi investasi syariah tinggi, kami akan meningkatkan sosialisasi ke pesantren-pesantren di Yogyakarta," kata dia.
Asal tahu saja, sesuai dengan semangat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadikan tahun ini sebagai tahun pasar modal syariah, kini roadmap pasar modal syariah terus di kembangkan agar lebih maju. Kepala Eksekutif bidang Pasar Modal OJK Nurhaidapernah mengatakan, ada tiga hal utama yang akan dilakukan demi mempercepat pengembangan industri pasar modal syariah.
Pertama, penguatan regulasi yang mendukung percepatan pengembangan pasar modal syariah. Kedua, OJK menyusun juga road map pasar modal syariah. Hal ini akan menjadi pedoman regulator dan stakeholders dalam menentukan arah kebijakan lima tahun ke depan. Roadmap berfokus pada lima sektor, yaitu penguatan regulasi, peningkatan supply and demand, pengembangan sumber daya manusia (SDM), promosi dan edukasi serta sinergi kebijakan dengan pihak terkait.
Lalu, poin ketiga adalah peningkatan penetrasi pasar atas produk syariah di pasar modal. Implementasinya antara lain mendorong BUMN dan calon emiten untuk menerbitkan produk syariah, seperti sukuk. ***Fin/IS/R1