Posted on Kamis, 14 Mei 2015 09:00 WIB
Padahal pengakuan Vatikan itu didasarkan pada kitab suci ummat Katholik, Perjanjian Baru
AlQuds, (ICMI Media) – Akibat pengakuan resmi Vatikan pada negara merdeka Palestina, Rabu, sesuai dengan isi kitab sucinya, Perjanjian Baru, telah memicu kemarahan Israel. Demikian dilaporkan oleh Kantor Berita Miraj Islamic News Agency (MINA) pada Jum'at (15/5).
Padahal pengakuan Vatikan itu didasarkan pada kitab suci ummat Katholik, Perjanjian Baru, yang menyebutkan tentang Gereja Katholik dan sejarahnya di wilayah Palestina, dan kini diduduki Israel, demikian Kementerian Luar Negeri Vatikan.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan kecewa dengan langkah negara tahta suci Vatikan yang dipimpin Paus, pemimpin ummat Katholik se dunia itu.
” Ini tidak membantu proses menuju perdamaian dan menjauhkan kepemimpinan Palestina dari perlunya mengadakan negosiasi bilateral dengan Israel, ” demikian Kementerian Luart Negeri Israel.
Vatikan sebelumnya telah menggunakan istilah “Negara Palestina” untuk pertama kalinya pada Februari 2013 setelah Majelis Umum PBB mengakui negara Palestina tiga bulan sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Vatikan, Monsignor Antoine Camilleri, mengakui pernyataan Vatikan mengenai negara merdeka Palestina adalah peningkatan status pengakuan pada negara Palestina. “Hal ini sesuai dengan posisi Tahta Suci selaku pimpinan ummat Katholik se dunia, yang memiliki Perjanjian Baru sebagai kitab suci”, tegasnya.
Seorang juru bicara Vatikan, Pendeta Federico Lombardi, menambahkan, “Ya, itu adalah pengakuan bahwa negara Palesgtina ada”.
Dilaporkan, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas akan mengunjungi Vatikan akhir pekan ini untuk menghadiri kanonisasi Paus Francis pada dua orang kudus baru dari Palestina pada Ahad ini. (Awan)
Sumber : Mi’raj Islamic News Agency (MINA)