Jenggot Buyutnya Hilang Di Hari Santri, Cucu KH Hasyim Asy'ari Protes
Posted on Jumat, 23 Okt 2015 04:10 WIB
Masya Allah. Mbah buyutku jenggotnya kemana?
Jakarta, (ICMI Media) - Ipang wahid, cucu buyut dari KH. Hasyim Asy'ari memprotes tindakan panitia Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi yang menghilangkan jenggot dalam foto Pendiri Nahdlatul Ulama itu.
"Masya Allah. Mbah buyutku jenggotnya kemana? Teganya," kata Ipang yang menulis komentar di foto yang ia posting, dikutip oleh ICMI Media pada (23/10).
Ipang juga memposting komentar yang serupa di@ipangwahid, akun Twitter resmi miliknya.
"Gawat! Jenggot hadratussyeikh hilang," tulis Ipang di akun Twitter miliknya.
Sejumlah perayaan Hari Santri Nasional (HSN) diadakan serentak di sejumlah tempat, Kamis (22/10). Perayaan di Tugu Proklamasi menjadi unik lantaran foto pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang terpajang tampak tidak berjenggot.
Foto KH Hasyim Asy'ari yang berukuran cukup besar jelas terlihat tidak berjenggot seperti foto-foto yang selama ini ada. Foto itu sendiri menjadi latar belakang panggung utama HSN.
Foto itu pun menuai komentar dari peserta acara dan tamu undangan yang datang. Mereka umumnya terbiasa melihat foto pendiri NU itu khas dengan jenggot putihnya. Foto itu juga menuai komentar dari sejumlah tokoh di media sosial. Salah satunya dari Ipang Wahid, keponakan Presiden Republik Indonesia keempat, KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.
Akun Facebook bernama Ipang Wahid yang merupakan akun resmi dari Ipang, memposting dua buah foto yang disandingkan menjadi satu. Foto sebelah kiri menunjukkan gambar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang sedang berpidato di HSN, dan terlihat foto KH Hasyim Asy'ari yang dipajang dan menjadi latar belakang panggung, tanpa jenggot putih yang menjadi ciri khasnya.
HSN diselenggarakan Kamis (22/10) dan dipusatkan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Selain Penglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, acara itu juga dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan banyak tokoh nasional serta tokoh Islam nasional lain. ***Rep/IS/R1
Tags :