Home / Media / Siaran Pers / Jk Kebijakan Ekonomi Dunia Akan Lebih Konservatif

JK: Kebijakan Ekonomi Dunia Akan Lebih Konservatif


Posted on Rabu, 4 Jan 2017 03:16 WIB


JK: Kebijakan Ekonomi Dunia Akan Lebih Konservatif

Jakarta. (ICMI Media) - Di buka tahun 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 32,20 persen. Kemudian, saham-saham lainnya juga terlihat melemah dengan ditandai dengan angka merah. Melihat itu, Wakil Presiden RI yang juga Ketua Dewan Penasehat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jusuf Kalla (JK)  dalam sambutannya mengatakan bahwa semangat membangun pasar modal jangan hanya didasarkan pada angka tersebut. Melainkan, pada semangat untuk terus bekerja dan berusaha.

"Tahun baru yang mempunyai makna atau analisa yang sangat beragam. Oleh karena itu, apabila yang berputar ini hampir semuanya merah, artinya harapan tidak terlalu baik. Harapan kenyataannya belum tentu karena tentu orang dasar pikiran untuk masuk bursa atau ikut investasi ialah pada dasarnya adalah performance dan harapan," kata JK di kantor Bursa Efek Jakarta, Selasa (3/1).

Menurut JK, pelemahan IHSG terjadi karena pelemahan ekonomi yang memang terjadi di seluruh dunia. Apalagi, ekonomi Indonesia pasti terpengaruh dengan situasi ekonomi dunia. Oleh karena itu, ia meminta kerja keras bersama membangun situasi yang kondusif.

"Semua bangsa yang dibangun harus mempunyai modal yang kuat dan Andalah juga termasuk di sini sebagai lembaga yang dapat memberikan modal jangka panjang kepada ekonomi nasional kita dengan baik dan saling menguntungkan dengan kerja keras. Karena itulah maka hari ini semangat baru kita pada tahun 2017 ini, semangat yang baik mudah-mudahan akan berlangsung dan berprestasi Anda semua dengan baik, bukan hanya dengan dasar indeks tetapi dasar kemampuan masyarakat yang lebih adil," ungkapnya.

Dikutip dari laman Beritasatu.com, lebih lanjut, JK mengatakan bahwa tantangan yang akan dihadapi ke depan adalah masalah keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua stakeholders untuk bersama-sama menciptakan kesetaraan. Dengan cara tetap menjaga keseimbangan antara besaran bunga dan saham, sehingga tidak ada yang dirugikan baik itu pengusaha maupun investor.

Ditambah lagi, ungkapnya, tren ekonomi dunia ke depannya cenderung ke arah konservatif dari yang sebelumnya liberal. Hal itu, menyebabkan Indonesia juga dalam setiap kebijakan ekonominya ke depan akan lebih nasionalistis.

"Apa yang terjadi ke depan secara umum. Pertama, sistem kalau sebelumnya selalu pikiran ekonomi dunia terbuka, liberal maka hampir di banyak negara ini banyak perubahan-perubahan menuju lebih konservatif, lebih proteksionis dalam batas-batas tertentu. Kita lihat Brexit, Eropa keseluruhan. Kita lihat Tiongkok dan sebagainya tentu suasana yang di-nasionalistis. Tentu juga tidak mungkin orang lain nasionalis tapi kita terbuka terlalu banyak," ujarnya.*** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler