Jusuf Kalla Instruksikan Segera Bangun RS Indonesia di Myanmar
Posted on Sabtu, 18 Mar 2017 06:28 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Penasehat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) menginstruksikan agar rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) di Rakhine State, Myanmar segera direalisasikan. Demikian dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir yang ditemui di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (17/3).
"Pak Wapres minta segera itu (pembangunan RS), karena itu berkesinambungan. Kita tawarkan katakanlah masyarakat yang ingin kontribusi, kita welcome (terbuka). Jadi ini imbauannya, kita mulai dari fisiknya dulu, kemudian kan ada alkes (alat kesehatan), dan ada program community building, untuk pasar bersama," kata Fachir.
Pembangunan rumah sakit tersebut, lanjutnya, akan bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemanusiaan dan keagamaan, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), MER-C dan Walubi (Perwakilan Ummat Buddha Indonesia).
Menambahkan, Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa untuk pembangunan RS tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 30 miliar yang merupakan patungan dari sejumlah organisasi yang tergabung dan juga dari sumbangan pribadi.
"(dana) Dari PMI Rp 10 miliar, dari lain-lain Rp 10 miliar, sisanya dari MER-C. Kita bangun ada rumah sakit, ada alkes. Total semua Rp 30 miliar itu rumah sakit dan alkes. Tetapi kalau rumah sakit saja sekitar Rp 18 miliar," kata Sarbini, Jumat (17/3).
Kemudian, sesuai instruksi Wapres JK, diminta bahwa pembangunannya harus selesai dalam waktu satu tahun. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa tim akan segera bekerja melakukan penelitian dan bekerjasama dengan sejumlah stakeholders yang ada di Rakhine State, Myanmar.
"Bulan empat lah sudah mulai, pokoknya tahun ini sudah selesai. Ini rumah sakit yang kedua bagi MER-C dan yang pertama bagi PMI," ungkapnya.
Dikutip dari laman Beritsatu.com, secara teknis, Sarbini memaparkan bahwa diharapkan rumah sakit yang diperkirakan mampu melayani 2.000 penduduk tersebut, juga mampu menjadi sarana pemersatu antargolongan di Myanmar. Sebab, dipastikan akan memberikan pelayanan kesehatan bagi penduduk dengan kepercayaan Muslim ataupun Buddha.
"Tenaga medis dari mereka. Mungkin nanti akan kita bawa ke Indonesia untuk kita latih atau kita kirim tim kita ke sana. Sehingga dengan mereka datang ke sini kan dan berinteraksi dengan dokter kita di sini dan melihat betapa harmonisnya hubungan antarumat beragama di Indonesia dan itu menjadi pelajaran sangat berharga bagi mereka ketika balik ke sana," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan rumah sakit di Rakhine State sudah dimulai sejak tahun 2016. Dengan melibatkan sejumlah organisasi, seperti PMI, MER-C, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Walubi, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, PKPU dan organisasi lainnya. *** (T/CH)
Tags :