Home / Media / Siaran Pers / Jusuf Kalla Tinjau Pariwisata Tana Toraja

Jusuf Kalla Tinjau Pariwisata Tana Toraja


Posted on Jumat, 20 Jan 2017 01:31 WIB


Jusuf Kalla Tinjau Pariwisata Tana Toraja

Jakarta, (ICMI Media) - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya hari ini dijadwalkan berkunjung ke Tana Toraja untuk meninjau perkembangan pariwisata di daerah tersebut. Tana Toraja memang bukan termasuk dalam salah satu dari 10 destinasi prioritas, namun kawasan ini telah memilki pamor di masyarakat Eropa. Keunikan budaya, wisata heritage, arsitektur Nusantara, hingga aroma kopinya yang harum menjadi daya tarik tersendiri bagi Toraja.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang baru tiba setelah mengikuti perhelatan ASEAN Tourism Forum 2017 di Singapura, Jumat malam (20/1/2017) mengatakan, “Banyak antropolog ternama dunia mengunjungi Toraja. Mereka mengagumi peninggalan kebudayaan megalitik, dan tradisi unik yang masih terpelihara baik sampai sekarang. Mereka menulis  keunggulan wisata budaya Toraja di media maupun jurnal ilmiah sehingga memiliki news value yang tinggi. Ini sekaligus ajang promosi yang sangat efektif.”

Selama di Tana Toraja, Wapres Jusuf Kalla diagendakan akan memimpin rapat pengembangan kepariwisataan yang digelar Minggu 21 Januari. Selain itu dirinya juga akan melakukan kunjungan kerja selama empat hari, antara lain mengunjungi Pondok Pesantren Nadlatul Ulum di Maros Sulsel, obyek wisata Pango-Pango, yaitu agro wisata kopi dan hamparan pemandangan alam di Makale Selatan, obyek wisata Negeri di Atas Awan di Kecataman Kapalapitu, Kabupten Toraja Utara, serta ikut meramaikan peringatan hari jadi Kabupaten Luwuk. 

Menteri Arief Yahya menyadari, ada banyak destinasi di tanah air yang bisa dikemas menjadi world class destination. Presiden Joko Widodo sendiri sudah menetapkan 10 top destinasi yang sedang dikebut, dengan membangun infrastruktur dan 3A-nya, yakni Akses, Atraksi, dan Amenitas.

 

“Akses merupakan salah satu problem besar di Toraja. Karena dari Makasar jalan darat masih 10-12 jam. Sementara standar dunia, jalan darat itu tidak boleh lebih dari dua jam. Lebih dari itu, wisatawan boring dan tidak mau datang lagi,” kata Menteri Arief.


Karena itu, akses menjadi poin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Poin kedua adalah Atraksi, keindahan dan keunggulan apa yang dimiliki oleh sebuah kawasan sehingga menjadi magnet bagi orang untuk datang.

 
“Saya percaya, atraksi Toraja sudah sangat kuat. Culturenya kuat, naturenya juga kuat. Daya tariknya sudah kuat. Saya tidak pernah ragu dengan atraksi Toraja,” paparnya.


Dikutip dari laman Liputan6.com, sementara itu, menurut Arief Yahya Amenitas akan hidup, berkembang, dan menantang investor untuk menanamkan modal jika akses-nya bagus. Arief Yahya menjelaskan, dalam pengembangan destinasi pariwisata Explore South Sulawesi, akan dikembangkan wisata alam, antara lain di Takanonerate, Selayar, Taman Nasional Batimurung. Lalu wisata budaya, yang meliputi wisata budaya Toraja dan kebudayaan Bugis.
 

Untuk  unsur aksesibilatas antara lain dikembangkan dan ditingkatkan  kualitas jalan menuju destinasi, peningkatan Bandara Buntu Kuni Toraja dan H Aroeppala Selayar.
 

“Akses ini selain darat juga air connectivity. Ada 3 A juga, Airlines, Airport, dan Authority yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Jika akses Jakarta-Selayar, Jakarta-Toraja dibuka, maka potensi wisata daerah itu bisa dieksplorasi,” kata Arief Yahya.

 
Sedangkan soal amenitas, akomodasi di Sulsel relatif mencukupi. Menurut data 2014, Sulsel memiliki 927 kamar berkapasitas 16.192 unit kamar dengan rata-rata  tingkat hunian kamar mencapai 46,9 persen (hotel bintang) dan 25,92 persen (non-bintang). Tentu saat ini pasti lebih banyak lagi. Khusus destinasi Toraja jumlah hotel di sana ada 55 hotel bintang dan non-bintang  masing-masing di Tana Toraja 16 hotel dan Toraja Utara 39 hotel.

 
Kunjungan wisatawan ke Sulsel maupun ke Toraja menunjukan tren meningkat. Tahun 2015 tercatat jumlah kunjungann wisatawan ke Sulsel sebanyak 7,32 juta total, wisman dan wisnus. Ada 7,12 juta wisnus dan 191.773 wisman. Dari kunjungan wisatawan tersebut yang berkunjung ke Tana Toraja sebanyak 296.136 wisnus dan 34.685 wisman,  sedangkan ke Toraja Utara sebanyak 286.669 wisnus dan 32.763 wisman.*** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler