Kejar Rekor MURI, Pasar Rakyat Syariah Digelar Serentak 7 Kota
Posted on Minggu, 14 Jun 2015 01:40 WIB
yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan
Jakarta, (ICMI Media) - Untuk mengejar agar masuk Rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI, Pasar Rakyat Syariah yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan digelar serentak di 7 Kota di Indonesia.
"Pemecahan rekor MURI ini akan dilakukan serentak di tujuh kota yang menjadi lokasi pameran produk dan jasa keuangan, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad pada pembukaan kegiatan pasar rakyat syariah yang bertajuk Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) pada Sabtu, (13/6) di Parkir Selatan Senayan Jakarta.
Acara Pasar Rakyat Syariah di Jakarta diramaikan dengan lomba lari gembira 5 kilometer (5K OJK Fun Run) yang diikuti 10.000 peserta dari masyarakat umum dan pelaku industri keuangan syariah.
Acara tersebut sekaligus menjadi ajang pemecahan rekor MURI dengan membentangkan kain dukungan terhadap ACKS terpanjang, yaitu 1.000 meter.
Muliaman yang juga merupakan Dewan Pakar ICMI mengatakan, dalam acara ini OJK melibatkan seluruh komponen sektor jasa keuangan syariah, seperti perbankan syariah, lembaga keuangan non-bank syariah, pelaku pasar modal syariah, industri kreatif dan usaha kecil, berbagai usaha riil, serta pelajar.
Pasar Rakyat Syariah berisi lebih dari 150 booth yang menampilkan produk keuangan syariah. "Pengunjung bisa memperoleh informasi mengenai kelebihan, profil, serta manfaat produk dan jasa lembaga keuangan syariah," ujarnya dalam sambutan di Parkir Selatan Senayan, Sabtu, 13 Juni 2015.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarakat secara luas. Selain itu, untuk meningkatkan loyalitas nasabah bank dan lembaga keuangan syariah serta mendorong agar masyarakat menjadikan penggunaan jasa keuangan syariah sebagai budaya dan gaya hidup.
"Pasar rakyat syariah 2015 sebagai awal dari kampanye nasional ACKS merupakan upaya mendorong pertumbuhan dan memperbesar pangsa pasar keuangan syariah agar dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan," tutur Muliaman.***Awan/R1
sumber: Tempo.co.id
Tags :