Home / Media / Siaran Pers / Khawatir Niat Bergeser Imam Shamsi Ali Hentikan Kontroversi Polemik Dprdonald Trump

Khawatir Niat Bergeser, Imam Shamsi Ali Hentikan Kontroversi Polemik DPR-Donald Trump


Posted on Senin, 7 Sep 2015 03:25 WIB


Khawatir Niat Bergeser, Imam Shamsi Ali Hentikan Kontroversi Polemik DPR-Donald Trump

Untuk itu, dengan ini saya nyatakan masalah ini saya akhiri. 

Jakarta, (ICMI Media) - Melihat banyaknya dukungan pada dirinya, Pemimpin Masjid Al Hikmah, New York, Imam Shamsi Ali justeru ingin menghentikan kontroversi terkait kunjungan pimpinan DPR yang menghadiri kampanye capres AS dari partai Republik Donal Trump. 

Hal itu memang tidak disebutkan secara langsung, namun ia menyiratkan dukungan yang besar dari publik Indonesia, membuatnya harus mengakhiri kontroversi yang berkembang.

Shamsi tidak ingin niatnya mengkritik pimpinan DPR berubah arah. Secara tersirat, Shamsi mengatakan dirinya takut terjangkiti penyakit riya. Berikut penjelasannya melalui akun Facebook, Shamsi Ali Satu:

Dear teman-teman, kalau dalam bahasa Al-qurannya: "maa alaika illal balaagh" (kewajiban kamu hanya menyampaikan saja). Dan "alaa fahal qad ballaghtu" (ya Allah tidakkah saya sudah sampaikan)?

Selebihnya biarlah Allah yang menilai, lalu juga masyarakat menilai apa sesunguhnya di hati dan pikiran kita masing-masing. Ketika berkata, bersikap, bagi seorang yang beriman dengan Allah, semua itu akan dipertanggung jawabkan.

Saya mau hentikan ini karena terlalu banyak dukungan, bahkan pujian. Khawatir niat saya bergeser dari keinginan memperbaiki ke keinginan membusungkan dada dan merendahkan orang lain.

Untuk itu, dengan ini saya nyatakan masalah ini saya akhiri. Insya Allah semangat amar ma'ruf nahi mungkar takkan surut. Untuk saat ini saya khawatir jika hati ini terjangkiti penyakit riya....

Ini juga bukan sekedar diskusi untuk menang-menangan. Tapi untuk menjadi pelajaran untuk kita semua melangkah ke depan yang lebih baik.

Terima kasih kepada semua yang telah mendukung langkah saya. Dan maaf kepada siapa saja yang kira-kira karena apapun kurang berkenang dengannya.

Sekali lagi saya bukan politisi dan tidak punya kepentingan politik apa-apa. Saya hanya ingin melihat bangsa dan negara saya maju, kuat, sehebat bangsa-bangsa besar lainnya.

Perjuangan masih panjang!

Terima kasih dan wallahu ya'fu an katsiir! ***Rep/Imam/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler