Posted on Rabu, 3 Jun 2015 01:02 WIB
untuk menjalankan misi menolong umat Islam yang tertindas
Jakarta, (ICMI Media) - Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) berbentuk Yayasan Amal Syaikh ‘Ied Qatar memberikan bantuan sebesar 2 Juta Riyal atau senilai lebih dari Rp 7 Miliar, yang dikhususkan untuk berbuka puasa para pengungsi Rohingya di Aceh.
"Kami memberi bantuan kemanusiaan kepada kaum Muslim Rohingya, untuk menjalankan misi menolong umat Islam yang tertindas," kata Sayyid Ali bin Abdullah as-Suwaidi, Ketua Umum Organisasi Amal Syaikh ‘Ied seperti dilaporkan oleh Hidayatullah.com pada Rabu (3/5).
Menurut Ali, mereka mengirim bantuan pada Muslimin Rohingya baik itu di Myanmar ataupun di luar Myanmar berupa bantuan memberi ifthar (buka puasa) bagi 200 ribu orang yang berpuasa selama Ramadhan dengan dana mencapai 2 juta riyal.
Ali menegaskan bahwa organisasinya tahun lalu bertekad menambah jumlah warga Muslim yang akan diberi bantuan, dimana pada tahun lalu sebanyak 70 ribu Muslim yang berpuasa telah mendapat bantuan ifthar.
Organisasi ini juga telah menggelontorkan dana lebih dari 14 juta riyal untuk membantu umat Muslim Myanmar di saat penindasan kepada mereka semakin menjadi-jadi.
Bantuan disalurkan dalam bentuk makanan, kasur, dan kebutuhan-kebutuhan musiman serta pengobatan.
Sementara itu, total bantuan sebanyak 8 juta riyal berupa makanan, 3 juta riyal berupa kasur, pakaian dan alat-alat kebersihan.
Bantuan lainnya berupa bantuan medis yang mencapai nominal setengah juta riyal, sedangan bantuan kebutuhan musiman untuk ‘Idul Adha dan ‘Idul Fitri mencapai 3 juta riyal.
“Kami telah berhasil memasukkan bantuan dan bahan-bahan pangan ke dalam Myanmar di mana bantuan untuk Muslim Myanmar dan masyarakat Arakan memasuki Burma yang pada saat itu sedang menghadapi kekurangan bahan pangan dan tingginya kenaikan harga barang. Kondisi tersebut menyusahkan kebanyakan umat Muslim Myanmar dalam membelinya, melihat mereka terdiri dari orang-orang fakir miskin dan membutuhkan, disebabkan penindasan dan musibah kemanusiaan yang mereka hadapi berupa pengusiran, pembasmian, dan pengisolasian dalam setiap urusan dan sosial. Ditambah lagi mereka tidak mampu menghasilkan bahan-bahan pangan sendiri. Kondisi itulah yang menyebabkan kebanyakan Muslim di sana kesusahan menjaga tenaga mereka sehari-hari,” ujar As-Suwaidi.
Kaum Muslim Burma dan Rohingnya di perbatasan Bangladesh, mengungkapkan kegembiraan mereka yang tak terkira atas apa yang telah diberikan oleh masyarakat Qatar dan organisasi Amal ‘Ied.
“Kami berterimakasih kepada masyarakat Qatar atas peran mereka dalam musibah kami dan usaha mereka yang terus-menerus dalam membantu kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia dan peranannya dalam setiap krisis kaum Muslimin,” ujar salah satu warga. ***Awan/R1
sumber: Hidayatullah.com